RADAR JOGJA – Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Binaraga Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terus melakukan persiapan untuk menghadapi PON XX Papua 2021. Di ajang multi event empat tahunan itu, DIJ mengirimkan dua atlet binaraga terbaik.

Mereka adalah Bambang Sujatmoko dan Nur Ikhsan. Bambang turun di kelas 65 kilogram, sedangkan Nur Ikhsan di kelas 85+ kilogram. Tiket PON didapat usai keduanya bermain apik di ajang Pra-PON tahun lalu. Kala itu Bambang yang turun di kelas 65 kg sukses meraih medali perak. Sementara Nur Ikhsan turun di kelas 85 kg berhasil menyabet medali perunggu.

Pelatih Puslatda Binaraga DIJ Seno Ari Wibowo mengungkapkan kondisi terkini anak asuhnya di tengah pandemi. Menurut Seno, sejauh ini kedua atlet dalam kondisi bagus. Namun tak dipungkiri tim binaraga sempat terkendala latihan karena pusat kebugaran di Jogjakarta ditutup akibat pandemi.

“Selama pandemi dua bulan terakhir agak terganggu karena gym belum dibuka. Performa atlet saat ini dalam kondisi cukup baik ya, program latihannya sudah mulai fase persiapan umum,” ujarnya kepada Radar Jogja Kamis (10/9).

Kendati demikian, bukan berarti para atlet berdiam diri di rumah. Ya, di tengah situasi sulit serta keterbatasan venue latihan, Seno terus memotivasi atletnya untuk semangat dalam berlatih. Sehingga latihan pun saat itu tetap dapat dijalankan di rumah masing-masing. “Kalau sekarang kendalanya belum ada, karena tempat latihan sudah dibuka kembali. Jadi sudah bisa berlatih di gym,” jelas Seno.

Nah, di ajang PON tahun depan target tim binaraga tidak muluk-muluk. Yang jelas Seno berharap kontingen DIJ dapat membawa pulang medali dari Papua. Sebab, pada gelaran PON Jawa Barat (Jabar) empat tahun silam, baik Bambang maupun Nur Ikhsan hanya mampu menempati posisi keempat di kelas masing-masing. “Keduanya kami unggulkan memperoleh medali karena mereka kan bermain di kelas yang berbeda,” ujarnya.

Disinggung peta persaingan di PON, Seno menyebut semua daerah memiliki kekuatan yang merata. Menurutnya, setiap daerah punya binaragawan unggul dan bagus di kelas masing-masing. “Tapi kalau untuk pesaing terberat kedua atlet DIJ yang bertanding di kelasnya yakni dari Jawa Timur dan Jabar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto meminta tim Puslatda dapat terus bersungguh-sungguh dalam berlatih. Meski saat ini Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) DIJ masih dalam proses pembentukan kepengurusan baru. Hal itu menyusul dibubarkannya PABBSI tingkat PB/PP per tanggal 27 Agustus lalu. “Ya, Puslatda binaraga terus berjalan karena mereka menjadi perwakilan dari DIJ. Intinya kami terus siapkan untuk menuju ke PON 2021,” katanya.

Sebagai informasi, PABBSI yang semula hanya memiliki satu kepengurusan ini akan dipecah menjadi tiga induk organisasi. Yaitu Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi), dan Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Seluruh Indonesia (PBFI). (ard/laz)