RADAR JOGJA – Kabupaten Sleman kembali mengalami lonjakan kasus. Tercatat penambahan kasus hari ini (11/9) mencapai 21 kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sehingga kasus aktif di Sleman mencapai 156 kasus. Sementara akumulasi kasus selama pandemi mencapai 648 kasus. Adapun 477 pasien sembuh dan 15 pasien meninggal dunia.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman penambahan kasus terbagi dalam beberapa tracing. Detilnya 13 kasus merupakan hasil tracing 4 kasus yang berbeda. Lalu 4 kasus hasil pemetaan tenaga kesehatan, 1 kasus pemetaan pelayanan publik dan 3 kasus pelaku perjalanan.

“Dari 21 kasus baru tersebut semua tergolong asimptomatik atau tanpa gejala. Secara keseluruhan, 80 persen kasus di Sleman ini didominasi asimptomatik,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo, Jumat (11/9).

Dari total 21 pasien tak seluruhnya menjalani isolasi mandiri. Setidaknya ada lima pasien yang menjalani rawat inap isolasi di rumah sakit. Tepatnya adalah empat pasien hasil pemetaan tenaga kesehatan dan satu pasien hasil pemetaan pelayanan publik.

Keempatnya dirawat di rumah sakit atas kesepakatan bersama. Diketahui bahwa kelimanya adalah tenaga kesehatan di beberapa pusat pelayanan kesehatan di Sleman.

“Pertimbangannya karena kelimanya ini tenaga kesehatan. Kalau detilnya ya itu, 4 dari screening nakes dan satu hasil screening pelayanan,” katanya.

Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini tak menampik adanya peningkatan kasus signifikan. Lonjakan mulai terjadi memasuki medio Agustus. Angka ini terus memasuki September. Dominasi kasus adalah pasien positif asimptomatik.

Dinkes Sleman telah melakukan pemetaan zonasi persebaran Covid-19. Hasilnya mayoritas wilayah di Sleman masuk dalam zona orange. Adapula satu zona merah di Kecamatan Kalasan. Wilayah ini memiliki resiko penularan tinggi.

Dari data ini hanya ada empat kecamatan masuk zona Kuning. Tepatnya Kecamatan Cangkringan, Turi, Moyudan dan Kecamatan Seyegan. Sementara sisanya atau 12 kecamatan masuk zona orange.

“Kalasan jadi zona merah karena resiko penularan Covid-19 di wilayah tersebut tergolong tinggi. Untuk penerapan disiplin protokol kesehatan sudah ada peraturan Bupati. Pengawalan oleh Satpol PP Sleman,” ujarnya. (dwi/tif)