RADAR JOGJA – Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X meminta Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ menjamin kesehatan dan keselamatan petugas Sensus Penduduk 2020 dari Covid-19. Meski sensus penduduk dilaksanakan secara daring sejak beberapa bulan yang lalu, verivikasi data oleh petugas tetap dilakukan sebagai tindak lanjut.

“Mereka ini adalah garda terdepan, blusukan ke sana-sini. Per hari bisa mengunjungi minimal 50 rumah, nah, ini sangat rentan dan riskan sekali. Maka harus ada jaminan keselamatan bagi mereka juga, bukan hanya jaminan keselamatan dari yang disensus,” ungkapnya, Rabu (9/9).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Statistik Sosial BPS DIJ Soman Wisnu Darma, menyatakan telah mewajibkan petugas untuk melakukan rapid tes. Apabila hasilnya reaktif maka petugas wajib melakukan uji swab terlebih dahulu. hasilnya non reaktif, baru diterjunkan ke lapangan.

“Kami melakukan rapid test di awal sebelum bertugas. Hal itu, supaya memberikan jaminan kepada mereka dan yang didatangi bahwa petugas fit dan sehat,” jelas Soman.

Soman mengatakan pendataan secara door to door oleh petugas dilakukan demi validitas data penduduk DIJ. Selama bertugas di lapangan, petugas juga wajib menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, face shield, mencuci tangan, sedia hand sanitizer dan menjaga jarak.

“Verifikasi ini tadinya tidak akan dilakukan, namun mengingat adanya pandemi dan rentang waktunya cukup lama, maka BPS merasa perlu untuk melakukan verifikasi,” tandasnya. (sky/tif)