RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 tidak membuat kesadaran wajib pajak menurun. Di kabupaten berjuluk Bumi Projotamansari in persentase kepatuhan wajib pajaknya justru meningkat.

Tahun lalu, persentase pelunasan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) di Bantul hanya 62 persen penetapan. “Tahun ini mencapai 70 persen penetapan,” sebut Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul Trisna Manurung usai pengundian hadiah motor atas pelunasan pembayaran PBB P2 tahun 2020 Rabu (9/9).

Pencapaian ini disebut Trisna melesat dibanding tahun lalu. Sebab tahun kemarin tidak ada kecamatan yang 100 persen warga membayar PBB P2. “Tahun ini Kecamatan Dlingo 100 (membayar PBB P2 2020),” ujarnya.

Selain itu, ada 17 desa yang 100 persen warganya sudah membayar PBB P2. Terhitung sampai 15 Agustus 2020. “Pendapatan kami meningkat untuk jatuh tempo 30 September. Dan pemberian motor kami maksudkan untuk memotivasi,” ucapnya.

Sebanyak 20 motor dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Untuk dibagi pada 17 kecamatan yang ada di Bantul. Masing-masing mendapat satu. Tapi, khusus Banguntapan, Piyungan, dan Kasihan mendapat dua motor.

Terdongkraknya pendapatan, juga akibat petugas melakukan jemput bola. Seperti membuka posko di tiap kecamatan. Dan mengerahkan mobil keliling. “Kami juga melakukan kerjasama dengan berbagai bank. Bisa bayar lewat aplikasi juga,” ujarnya.

Bupati Bantul Suharsono mengucapkan mengapresiasi jajarannya. Sebab telah menjadi ujung tombak mengawal warganya memenuhi wajib pajak PBB P2. “Ini untuk kepentingan bersama, dan hadiah untuk memberi support atas kesadarannya,” ucapnya. (cr2/bah)