RADAR JOGJA – Tak mau kalah dengan para seniornya,akademi PSS Sleman kembali memulai aktivitas latihan pasca diliburkan sejak akhir Maret lalu. Ya, sejak Senin sore (7/9) skuad Super Elang Jawa Muda menggelar sesi latihan perdana di Lapangan Bayen, Kalasan.

Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, latihan digelar dengan memerhatikan protokol kesehatan ketat. Beberapa aturan baru itu diterapkan mulai sebelum berangkat latihan hingga latihan rampung.

Bahkan, tim pelatih memberlakukan latihan secara berkelompok. Yaitu setiap kelompok masing-masing berisi 10 pemain. “Mereka secara bergantian melakukan latihan. Dalam latihan kami benar-benar menerapkan protokol kesehatan covid 19,” jelas Direktur Akademi PSS Guntur Cahyo Utomo.

Lebih lanjut, Guntur membeberkan dalam latihan perdana tersebut anak-anak Sleman dalam kondisi yang cukup baik. Hanya, memang tak dipungkiri sejumlah pemain mengalami penurunan fisik. “Kondisi masih lumayan lah, memang ada penurunan di semua aspek. Tapi yang terpenting kami memulai pelan-pelan sampai terlihat progresnya,” ujarnya.

Yang jelas eks asisten pelatih Indra Sjafri di Timnas U-19 itu berharap latihan tahap awal ini dapat menjadi proses adaptasi ulang bagi anak asuhnya untuk kembali kompetitif. Sebab, sejak pandemi pemain binaan akademi PSS kelompok usia 16,18, dan 20 diimbau berlatih mandiri di rumah masing-masing.

Disisi lain, hingga kini gelaran kompetisi usia muda level Liga 1 atau yang dikenal dengan Elite Pro Academy (EPA) juga belum ada kejelasan. Namun, beberapa waktu lalu Direktur Operasional PT LIB Sudjarno mengatakan bahwa pihaknya tengah mendiskusikan perihal kemungkinan digelarnya EPA musim ini. (ard/pra)