RADAR JOGJA – Mengantisipasi munculnya klaster baru di Kotabaru, pemkot memaksimalkan pelacakan dari beberapa interaksi. Kantor Kelurahan Kotabaru juga ditutup sementara. Lurah Kotabaru yang dinyatakan positif Covid-19 pun sudah mengisolasi diri secara mandiri.

Ketika dikonfirmasi, Lurah Kotabaru Supardi mengaku, saat ini tengah melakukan isolasi mandiri di sebuah rumah kosong milik saudaranya. Saat ini diperkirakan sudah menjalani karantina kurang lebih 10 hari. Berdasarkan dari puskesmas karantina sampai dengan 14 September. “Tapi kemungkinan, karena kemarin swab hari Selasa (8/9) dinyatakan positif mungkin diperpanjang lagi. Kondisi saat ini saya baik-baik saja, biasalah kalau batuk-batuk kecil ringan itu biasa,” katanya Rabu  (9/9).

Dia menceritakan awal terpapar karena punya kontak erat dengan seorang putera seorang pria 81 tahun yang meninggal dunia itu. Dia berboncengan satu motor untuk tujuan mengantarkan takziah ke rumah duka orang tua tersebut. “Terus saya sampai ke makamnya baru tahu kalau almarhum itu dikebumikan dengan tata cara protokol Covid-19,” ceritanya.

Setelah beberapa hari terkonfirmasi almarhum positif Covid-19, secara sadar diri dia mengkarantina mandiri. Dan dinyatakan positif sekitar sudah empat hari mengisolasi diri sembari work from home. Atas keputusan bersama atas izin gugus tugas kantor kelurahan ditutup sementara. Karena khawatir petugasnya juga terpapar juga. “Terpapar virus bukan berarti kena aib, tetap semangat dan pasti protokol kesehatan,” tambahnya.

Selama isolasi mandiri, dia mengaku kejenuhan pasti ada. Karena harus tinggal sendiri dan jauh dari keluarga. Guna menghilangkan rasa jenuh, aktifitas tetap dijalankan meski berstatus positif Covid-19. Terkadang, menghubungi keluarga melalui telepon atau video call. “Suplai makanan tetap dari istri saya yang tiap hari memasak dan selalu ditaruh di emperan nanti saya ambil,” jelasnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kotabaru sebanyak sembilan orang, masih dalam satu lingkaran penularan. “Belum bisa kita sebut klaster baru karena semuanya masih berasal dari satu orang,” katanya di Balai Kota.

Akibat kasus ini, pelayanan kelurahan Kotabaru ditutup sementara sejak Selasa (8/9). Layanan dialihkan sementara ke Kecamatan Gondokusuman. Ini karena semua pegawai diminta isolasi mandiri. Sebanyak 17 orang merupakan petugas kelurahan dan petugas Linmas telah menjalani swab dan tinggal menunggu hasilnya. Pun salah satu yang diminta isolasi mandiri adalah Camat Gondokusuman karena memiliki kontak erat dengan Lurah dan RW yang telah dinyatakan positif hari ini (9/9). “Sekarang belum bisa disebut sebagai klaster. Tetapi jika nanti hasil swab dari pegawai kelurahan ternyata positif dan memberikan penularan, baru bisa menjadi klaster,” ungkapnya. (wia/pra)