RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata (Dispar) DIJ tengah merancang konsep paket wisata untuk mendukung upaya pengusulan sumbu filosofis sebagai warisan budaya dunia UNESCO. Wisata ini mengedepankan pengalaman budaya.

Kepala Dispar DIJ Singgih Raharjo

Kepala Dispar DIJ Singgih Raharjo menjelaskan, pariwisata menjadi salah satu komponen untuk mendukung upaya pengusulan. Maka, konsep kepariwisataan di sumbu filosofis perlu disusun secara matang. “Pada 2019 akhir kami sudah buat program Jogja Cultural Experiences. Dan ini sangat in line dengan pengembangan sumbu filosofi yang akan diusulkan ke warisan dunia,” jelasnya di Kompleks Kepatihan Selasa (8/9).

Konsep paket wisata berorientasi untuk memberikan cultural experiences atau pengalaman budaya kepada wisatawan. Wisatawan diajak untuk memahami filosofi sangkan paraning dumadi. “Sangka paraning dumadi ini bagian yang harus kita berikan knowledge itu kepada wisatawan. Dan ini mengarah pada quality tourism. Bagaimana akan memberikan knowledge bahwa Jogja adalah kota budaya,” paparnya.

NARASI: Pengendara motor melintasi Tugu Jogja, kemarin (8/9). Untuk mendukung upaya pengusulan sumbu filosofis ke UNESCO Dispar DIJ merancang paket wisata.( ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

Singgih mencontohkan, di kawasan Malioboro sebagai salah satu kawasan sumbu filosofis akan dilengkapi QR code yang bisa dipindai wisatawan untuk memperoleh informasi terhadap objek budaya di sana.  “Jadi tidak hanya sekedar datang foto-foto. Tidak sekedar selfi,” jelasnya.

Para wisatawan akan dapat narasi-narasi yang sudah ada. Dan akan diimplementasikan dalam sebuah media yang mudah untuk diketahui. Sehingga ada nilai tambah pengetahuan tentang sangka paraning dumadi.

Paket wisata ini menyasar wisatawan mancanegara. Namun, juga bisa dinikmati wisatawan domestik yang berminat. “Dalam paket ini akan memberikan pengalaman budaya dari Panggung Krapyak hingga Keraton kemudian Tugu Pal Putih sampai Keraton lagi,” katanya.

Ketua Dewan Kebudayaan DIJ Djoko Dwiyanto menjelaskan, Dewan Kebudayaan masih merampungkan dua komponen dari lima komponen terkait pengajuan sumbu filosofi. Kedua komponen tersebut adalah kepariwisataan dan kebencanaan.

Adapun komponen yang sudah siap yaitu pembangunan, demografi, dan pelestarian cagar budaya. “Tinggal dua komponen yang harus diproses yaitu kepariwisataan dan kebencanaan,” ujar Djoko. (tor/bah)