RADAR JOGJA – Galeri Pasar Kotagede menjadi ikon yang mencolok di terminal Yogyakarta International Airport (YIA). Beragam produk UMKM dari DIJ dan Jawa Tengah tertata apik sesuai jenisnya. Kepala Dinas Koperasi UKM DIJ Srie Nurkyatsiwi menyebutkan, kapasitas galeri mampu menampung produk dari 500 UMKM.

Galeri seluas 1.200 meter persegi ini menjual produk mulai dark aneka minuman tradisional, makanan oleh-oleh, boneka, kacamata dengan bingkai kayu, stick drum, aneka pernak-pernik, hingga kain dan pakaian.

Bagi UMKM yang ingin memajang produk mereka di Galeri Pasar Kotagede YIA, tinggal membuat proposal melalui pemerintah kabupaten/kota. Syaratnya memiliki izin usaha mikro kecil, izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) untuk makanan, dan sertifikat halal. 

“Kami ingin produk yang dipajang UMKM yang premium sekaligus mendorong agar UMKM bisa memenuhi legalitas, meningkatkan kelembagaan, dan naik kelas,” ungkapnya.

Setiap tiga bulan, pihaknya mengevaluasi dan menyegarkan produk-produk yang ditampilkan.

“Misalnya, produk A penjualannya bagus. Area pamernya dikurangi agar bisa memberi ruang bagi UMKM yang lain,” tambahnya.

Para UMKM juga bisa menampilkan pasar digitalnya. Terdapat kartu nama masing2 UMKM yang dipajang di kasir agar pembeli bisa bertransaksi dengan pelaku UMKM secara langsung di kemudian hari.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD DIJ Danang Wahyu Broto menilai letak Galeri Pasar Kotagede di bandara YIA cukup strategis. Penumpang yang hendak berangkat terbang dapat melihat hasil produk UMKM DIJ  di sana.

“Kami minta jangan dilihat sekerang ini karena masa pandemi, jumlah UMKM belum sesuai target, produk UMKM masih terbatas. Tapi bayangkan ini untuk 5 tahun ke depan, ini akan menjadi tempat dan display produk UMKM yang cukup menarik,” tuturnya, Rabu (9/9).

Menurut Wakil Ketua Komisi B DPRD DIJ, Dwi Wahyu Budiantoro, Galeri Pasar Kotagede juga bisa membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. Mengingat jumlah UMKM di DIJ cukup banyak, menurutnya perlu ada rotasi untuk UMKM yang memajang produk di sana. 

“Ini masih Covid-19 jadi ramainya belum terasa, tapi harapan kami begitu Covid-19 ini selesai maka ini akan menjadi kebanggan kita, dan orang akan mencari produk UMKM jogja cukup disini, selanjutnya mereka akan mencari tempat produksi UMKM tersebut,” ungkapnya. (sky/tif)