RADAR JOGJA – Badan Narkotika Nasional (BNN) DIJ tengah mewaspadai peredaran narkoba di beberapa tempat yang berubah pola saat pandemi Covid-19. Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan, mengacu pada pola peredaran narkoba di daerah lain. Misalnya yang belum lama terjadi, ditemukan 200 kilogram sabu-sabu di Jakarta di angkutan sembako. 

Hal tersbut dinyatakan Kepala BNN DIJ Brigjen Pol Nanang Hadiyanto di sela acara Deklarasi Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Selasa (8/9).

“Kalau nggak ketangkap mungkin sudah sampai di sini dampaknya.  Di sini kami sedang mendalami, mempelajari, mungkin ada yang lolos,” ujarnya.

Pihaknyanjuga mewaspadai 76 narkoba jenis baru yang belum masuk ke Permenkes Nomor 5 tahun 2020. Terlebih musim mahasiswa baru berpotensi menjadi pasar narkotika.

“Biasanya usia produktif, pelajar. Sasaran dari BNN akan memberikan informasi layanan narkoba ke segmen-segmen itu mencegah pemakai pemula,” terangnya.

“Pesan kepada masyarakat yang rawan terpapar narkoba pemula, cari kawan yang baik. Yang mau dalam suka dan duka, tapi dalam hal positif. Hindari kegiatan negatif yang merugikan kita,” pesan Nanang. (sky/tif)