RADAR JOGJA – Penyebaran virus Covid-19 di Kota Jogja makin mengkhawatirkan. Belum rampung upaya tracing untuk klaster Soto Lamongan, Umbulharjo dan PKL Malioboro, kini muncul kasus bari di KAU Danurejan.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, KUA Danurejan ditutup sampai 13 September, setelah ditemukan ada lima dari tujuh staf kantor terkonfirmasi positif. Empat di antaranya orang tanpa gejala (OTG). “Kebetulan kasus pertama kali muncul bukan penghulu tapi dari administrasinya yang suka ngecek suhu badan,” katanya saat Konferensi Pers di Balai Kota Senin (7/9).

Sebelumnya kasus pertama muncul dengan gejala. Kemudian dilakukan rapid tes dan muncul reaktif. Selanjutnya dilakukan swab tes dengan hasil konfirmasi positif pada 2 September. Maka, tim gugus tugas langsung mengembangkan tracing kepada seluruh staf kantor tersebut. “Dua staf lainnya negatif. Ini belum tentu penyebab penularan dari yang pertama. Karena, staf-staf dan kepalanya rata-rata punya keluarga di luar kota semua,” terangnya.

Adapun, yang bersangkutan positif tersebut sempat menikahkan terakhir 17 Agustus. Tim gugus tugas sedang menelusuri apakah paparan sampai ke pernikahan dan perceraian. Pun belum bisa disebut klaster baru, karena kasus ini sementara masih dalam lingkungan satu kantor saja.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jogja, Nur Abadi mengatakan, KUA Danurejan tutup setelah ada pemberitahuan dari Camat bahwa terdaoat 1 staf yang terkonfirmasi positif. Tahap awal tutup sejak Kamis (3/9) sampai Hari ini (8/9). Namun diperpanjang lagi satu minggu untuk mengantisipasi adanya kasus baru lagi. “Lokasi kantor KUA sudah disemprot disinfetkan,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini protokol kesehatan di KUA sudah dijalankan dengan baik. Namun, permasalahannya kondisi ruangan di kantor KUA Danurejan sempit. Dimungkinkan, hal itu yang berpotensi adanya penularan dengan cepat. “Untuk orang bergeser dari satu ruang ke ruang lain saling berpapasan,” bebernya.

Meski pelayanan offline tutup, namun saat ini pendaftaran nikah di KUA Danurejan bisa dilayani secara online oleh dua petugas yang negatif Covid-19. Mereka menjalankan tugasnya di rumah masing-masing sebagai antisipasi. “Pelayanan akad nikah atau menikahkan dialihkan penghulu terdekat yaitu KUA Pakualaman,” imbuhnya. (wia/pra)