RADAR JOGJA – Proses lelang jabatan pejabat eselon II Kabupaten Gunungkidul dihentikan sementara. Keputusan tersebut mengacu pada hasil koordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan, tahun ini ada seleksi terbuka untuk tiga kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan untuk sementara dihentikan. Saat seleksi dibuka lagi, ada lima lowongan dilelang. “Jabatan kosong saat ini tiga kepala OPD,” kata Drajad Ruswandono Senin (7/9).

Tiga jabatan itu masing-masing Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik(Kesbangpol). Ketika tahapan lelang dilanjut setelah pilkada, akan ada tambahan jumlah lelang. ”Yakni staf ahli bupati dan asisten II bidang perekonomian dan pembangunan,” jelasnya.

Asisten III Bidang Administrasi Umum, Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul, Anik Indarwati mengatakan, penghentian dilakukan sejak 28 Juli 2020 melalui pengumuman panitia seleksi(pansel).

Dikatakan, proses seleksi dihentikan karena penyesuaian APBD 2020 dalam rangka penanganan Covid-19. Selain itu pelaksanaan Pilkada di Gunungkidul juga menjadi pertimbangan tersendiri. “Keputusan menghentikan (proses lelang jabatan) agar tidak ada proses intervensi berbagai kepentingan dalam gelaran pesta demokrasi,” ungkapnya.

Disinggung mengenai tahapan tes sebelum adanya penghentian, Anik mengakui peserta seleksi sudah melalui tahapan uji kompetensi. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi No.15/2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah. Diperkuat dengan Peraturan Badan Kepegawaian Nasional No.26/2019 tentang Pembina Penyelenggara Penilaian Kompetensi PNS, maka hasil uji kompetensi berlaku selama tiga tahun.

“Peserta yang ikut tes tidak perlu khawatir, karena bisa ikut seleksi di pendaftaran berikutnya dan nilai hasil dari uji kompetensi bisa digunakan sebagai dasar penilaian,” ucapnya. (gun/bah)