RADAR JOGJA – Proses pencarian korban laka laut yang hilang di Pantai Parangtritis Jumat (4/9) pagi menjadi tugas terakhir Didik Bagor. Setiap ada kegiatan Didik hadir di lapangan. Padahal, dana untuk terjun ke lokasi menggunakan anggaran pribadi. Tapi kecelakaan lalu lintas mengakhiri tugas kerelawanannya.

SITI FATIMAH, Bantul, Radar Jogja

Dua armada tampak terparkir di halaman yang sekaligus Pos II SAR DIJ ini, yaitu Gajah Oranye dan Bledug Oranye. Sambil menunggu rekan lainnya, Bondan membuka cerita, “Beliau bernama lengkap Supadi, akrabnya dipanggil Didik Bagor.”

“Selamat jalan Pahlawan Kemanusiaan, insyallah surga menunggumu,” Komandan SAR DIJ Distrik Bantul Bondan Supriyatno memanjat doa. Saat ditemui di kediamannya, Gunung Kelir, Pleret, Bantul, wajah Bondan tampak sayu. Ia ditemani belasan rekan yang kompak mengenakan seragam berwarna oranye. Rombongan ini bersiap untuk takziah.

Didik layak disebut pahlawan. Sebab pria 47 tahun ini totalitas dalam pengabdiannya sebagai relawan. Setiap ada kegiatan Didik hadir di lapangan. Padahal, dana untuk terjun ke lokasi menggunakan anggaran pribadi. Entah untuk makan atau bahan bakar. Menjadi relawan pun tidak digaji.

Giat terakhir Didik adalah membantu proses pencarian korban laka laut yang hilang di Pantai Parangtritis Jumat (4/9) pagi. Sampai akhirnya korban atas nama Faran Diva Bahtyararta yang berasal dari Madiun, Jawa Timur itu berhasil ditemukan Sabtu (4/9) sore. “Ini memang sikap relawan sejati,” tangis Bondan tidak lagi dapat dibendung. “Saya sangat merasa kehilangan,” tambahnya seraya mengusap air mata.

Chat terakhir Didik via WhatsApp Group pun menjadi kenangan. Didik mengabarkan, tengah berjaga di Pantai Samas. “Saya bersama lima anggota Basarnas, Pak Sigit, dan TRC Gamping di Pantai Samas,” tulisnya.

Didik mulai bergabung menjadi relawan sekitar 2007. Dengan bergabung di komunitas relawan Bahari Rescue Indonesia. Sebuah komunitas yang didirikan Ariyono Puji Sugiharto, Martono Abi Wibisono, dan Sumeru Yoso. Kini semua relawan berada di bawah Komando SAR DIJ. Didik merupakan salah satu anggota resminya. “Punya nomor registrasi relawan juga, 34.0419.000669.06, sedang kami perjuangkan untuk dapat asuransi. Sebab almarhum meninggal di medan tugas,” ujar Bondan haru.

Tidak ada yang tahu persis, bagaimana Didik mengalami kecelakaan. Namun, dikabarkan Didik awalnya hendak menghindari sepeda motor. Nahas, Didik justru menabrak pohon mangga. Lokasinya berada di jalan Parangtritis km 13,5 sekitar pukul 17.30. Ayah dua orang putri itu sempat dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati. Mendapat penanganan sekitar satu jam, tapi nyawa Didik tidak tertolong.

Staf Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Bantul Wiwin Effendy pun turut merasa kehilangan. Pria yang akrab disapa Pithi ini menyebut Didik sebagai sosok yang baik. “Dia santun dan totalitas,” pujinya. (pra)