RADAR JOGJA – Setelah pendaftaran berkas di KPU, Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul memasuki tahapan pemeriksaan kesehatan di RSUP Dr Sardjito. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Bantul Joko Santosa menyatakan pemeriksaan Kesehatan ini adalah bagian dari pemenuhan syarat. 

“Mengacu pada Keputusan KPU RI Nomor 412/PL.02.2-Kpt/06/KPU/IX/2020 tentang Pedoman Teknis Standar Kemampuan Jasmani dan Rohani serta Standar pemeriksaan Kesehatan jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika dalam pemilihan Gubernur  dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020,” jelasnya, Senin (7/9).

Pemeriksaan Kesehatan dilakukan selama dua hari. Mulai 7 sampai dengan 8 September 2020. Tim pemeriksa terdiri dari dokter spesialis, tim dari BNN serta psikolog yang direkomendasikan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) DIJ. 

“Untuk pemeriksaan bebas narkotika metode yang digunakan dengan menggunakan sampel urine,” katanya.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho menambahkan, sebelum dilakukan rangkaian pemeriksaan kesehatan, kedua bakal pasangan calon sudah melakukan uji swab PCR pada Rabu (2/9) dan hasilnya negatif Covid-19. Uji swab ini dilakukan secara mandiri.

“Untuk hasil pemeriksaan Kesehatan akan disampaikan secara resmi kepada KPU Bantul tanggal 12 September,” ujarnya. 

Selain pemeriksaan kesehatan, KPU Bantul melakukan verifikasi syarat calon mulai 6 sampai 12 September. Selanjutnya pemberitahuan hasil verifikasi calon disampaikan tanggal 13-14 September. 

“Untuk penetapan pasangan calon akan dilakukan tanggal 23 September melalui rapat pleno tertutup,” tandasnya.