RADAR JOGJA – Pemerintah terus memperluas jaringan Penyediaan Air Minum dan Sanitas Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Gunungkidul. Tahun ini targetnya 10 kalurahan dengan pembiayaan sekitar Rp 2 miliar.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto mengatakan, program pamsimas dimulai sejak 2017. Setiap tahun ada sekitar 15 desa untuk mendapatkan bantuan untuk pembangunan instalasi pengolahan air dan sanitasi.

“Tahun ini pamsimas dianggarkan melalui APBN dan APBD,” kata Agus Subaryono saat dihubungi Kamis (3/9).

Dia merinci, untuk APBD sasarannya delapan kalurahan meliputi Tegalrejo, Kapannewon Gedangsari, Ngawis, Kapanewon Krangmojo, Ngunut, Kapanewon Playen, Kemejing, Kapanewon Semin, Terbah, Kapanewon Patuk, Kedungpoh, dan Katongan, Kapanewon Nglipar. Kemudian Sumbergiri, Kapanewon Ponjong.

“Sementara sumber dana APBD di dua kalurahan masing-masing Tambakromo, Kapanewon Ponjong dan Girijati, Kapanewon Purwosari,” ujarnya.

Dia menjelaskan,  total anggaran pamsimas APBN sebesar Rp 1,9 miliar sementara APBD sebanyak Rp 490 juta. Kedua program tersebut masuk dalam program pamsimas reguler. Lalu ada satu desa HKP (Hibah khusus Pamsimas), PPK (pejabat pembuat komitmen) di satker (satuan kerja) BPW DPUPESDM Provinsi DIJ, dan Desa Reguler APBD, satker ada di DPUPRKP kabupaten.

“Untuk spamdes total jumlahnya 238 (progress on/off belum terkonfirmasi pamaskarta), pamsimas 45, 43 hijau atau on 2 kuning perlu stimulan sistem,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Kemitraan Sekda Gunungkidul Nurudin Aranir mengatakan, kemarin meninjau pelaksanaan pamsimas di Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Kalurahan Ngawis, Kapanewon Karangmojo.

“Pamsimas melibatkan masyarakat, ketika nantinya sudah jadi pengelolaannya juga diserahkan kepada warga,” kata Nurudin.

Terpisah, Lurah Ngawis, Anjar Kurniawan mengungkapkan, program pamsimas ditunggu masyarakat. Khususnya di Karanganom 1 dan Karangnom 2 pada musim kemarau mengalami kesulitan air bersih.

“Melalui pamsimas ke depan diharapkan kesulitan air bisa diatasi,” kata Anjar. (gun)