RADAR JOGJA – Manajemen PSS Sleman sukses mempertahankan seluruh pemain jelang restart Liga 1, Oktober. Keberhasilan itu merupakan suatu prestasi bagi manajemen Super Elang Jawa karena berhasil mengamankan seluruh pemain ditengah situasi sulit saat ini.

Seperti diketahui, akibat pandemi Covid-19 PSSI menerapkan keputusan pemotongan gaji dengan kisaran 50 persen bagi klub Liga 1 2020. Karena hal itu sejumlah pemain mengundurkan diri dari klubnya. Tercatat, setidaknya delapan pemain dan dua pelatih asing mundur karena tak setuju dengan renegosiasi kontrak tersebut.Pelatih PSS Dejan Antonic mengapresiasi keberhasilan manajemen dalam mengamankan skuadnya. Dejan berharap dengan suksesnya negosiasi ulang itu membuat program latihan berjalan lebih gampang. Terlebih manajemen PSS menargetkan finish lima besar dalam kompetisi musim ini. “Semoga pemain bisa lebih fokus ke latihan dan kami bisa membuat hasil yang positif untuk musim ini,” ujar eks pelatih Madura United itu.

Sementara itu, meski renegosiasi kontrak sempat berjalan alot gelandang PSS Guilherme Batata mengaku sangat senang dan lega karena proses negosiasi akhirnya rampung. “Saya ingin menyatakan bahwa saya memilih untuk tetap karena bahagia pada klub ini. Kita akan bekerja keras untuk mendapatkan hasil baik dalam musim kompetisi mendatang,” kata Batata.

Disisi lain, sejauh ini Bagus Nirwanto cs terus melakukan latihan di Yogyakarta International School (YIS). Hanya saja, latihan tersebut belum dihadiri Dejan serta bek asing PSS Aaron Evans. Sebab, keduanya terganjal masalah visa di negara masing-masing. “Selama Covid-19 ada perubahan di kedutaan masing-masing negara. Jadi Coach Dejan tunggu dari imigrasi kedutaan Indonesia untuk mengurus di Hongkong. Begitupun dengan Aaron yang berada di Australia,” beber Manajer PSS Danilo Fernando.

Lebih lanjut, Danilo berujar bahwa proses tersebut memang sedikit memakan waktu. Tapi dia berharap dalam waktu dekat ini bisa segera rampung. Sehingga pekan depan PSS sudah full tim beserta pelatih serta ofisial. (ard/yog)