RADAR JOGJA – Pilkada Bantul hampir pasti diikuti dua paslon. Menghadirkan kontestasi antara petahana bupati dan wakilnya. Tapi belum semua partai, yang memiliki kursi di DPRD Bantul, mengusung maupun mendukung calonnya. Komunikasi politik masih dilakukan ke kedua paslon. Atau melakoni politik dua kaki.

Di Bantul Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan pilihan. Sebelumnya, kedua partai ini, bersama Partai Golkar, Partai Demokrat, PKS dan PPP, sempat mewacanakan poros tengah. Menghadirkan pasangan calon (paslon) di luar petahana.

Arah politik PBB masih tanda tanya. Benderanya terkibar saat deklarasi partai mendukung pasangan Suharsono – Totok Sudarto Minggu (16/8). Tapi tak seorang pun delegasi partainya hadir. Saat deklarasi Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo, bendera PBB juga terlihat.

Di DPRD Bantul, PBB memiliki satu kursi anggota. “Tunggu keputusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB,” kilah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB DIJ Supriyono saat ditanya soal keberpihakan PBB Rabu  (2/9). Dia menambahkan, “Rekom dari pusat belum tahu.”

Selain itu, PAN juga belum menjatuhkan pilihan. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Bantul Mahmud Ardi Widanto mengklaim, partainya yang akan menentukan kemenangan balon dalam Pilkada. Dengan estimasi menambah dukungan sekitar 60 ribu – 70 ribu suara. Ardi tidak mempermasalahkan, partainya disebut melakoni politik dua kaki.“Namanya politik sah-sah saja,” ucapnya.

Itu akan dilakoni sampai DPD PAN Bantul menerima Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (SK DPP). PAN enggan abstain dalam Pilkada Bantul 2020.“Sekarang boleh ke satu dua (Noto atau AHM-JP), atau abstain,” cetus Ardi yang justru akan maju menjadi calon Wakil Bupati Gunungkidul dalam pilkada nanti.

Sebelumnya, sama seperti PBB, delegasi dari partai yang memiliki lima kursi legislatif ini juga tidak hadir. Dalam deklarasi partai mendukung salah satu kubu. Tapi, bendera PAN berkibar di panggung deklarasi dukungan untuk Abdul Halim Muslih – Joko Purnomo (AHM-JP). “Semua mau berspekulasi atau mewacanakan (tidak masalah, Red),” kata Ardi.

Terkait komunikasi partai, Ardi menyebut PAN pasif. Partai berlambang matahari ini hanya merespon ketika dihubungi terlebih dahulu. Tapi sebetulnya proses di DPD Bantul sudah final. Tinggal menunggu kepastian. Hanya saja rekom masih dalam perjalanan menuju Bantul. “Kalau mendahului, saya takutnya saya berspekulasi Jadi lebih baik menunggu secara resmi,” ujarnya. (cr2/pra)