RADAR JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ kembali menyerahkan bantuan cabang olahraga (Cabor) Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON XX Papua 2021. Sebanyak enam unit pesawat DLG diserahkan kepada pengurus daerah (Pengda) Federasi Aero Sport Indonesia Aeromodelling (FASI) DIJ belum lama ini. Bantuan yang diberikan tersebut senilai Rp 11 juta.

Sekretaris Umum KONI DIJ Agung Nugroho berharap bantuan peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik. Baik saat latihan maupun pertandingan. “Saat ini para atlet yang sedang menjalani latihan mandiri juga diharapkan bisa menjaga kondisi masing-masing,” ujarnya, Rabu (2/9).

Wakil Ketua I Pengda FASI Aeromodelling DIJ Fendi Maulana Gojali menjelaskan bahwa alat tersebut akan dipergunakan oleh atlet yang bertanding di nomor OHLG. Selain itu, Fendi berujar proses pembuatan alat memakan waktu yang lama karena dibuat dengan tangan manusia atau handmade. “Satu-satunya atlet DIJ yang lolos PON XX yakni atlet putri atas nama Annysa Chiqa Sabrina. Sedikit terlambat buatnya karena bahan diimpor dan 100 persen dibuat handmade,” terang Fendi.

Dikatakan, enam unit pesawat ini akan dibagi menjadi dua bagian. Yakni, tiga unit untuk pelatihan dan tiga unit untuk pertandingan saat PON XX Papua tahun depan.

Fendi menuturkan sejauh ini para atlet masih menjalankan latihan mandiri untuk menjaga kebugaran. Di sisi lain, pihaknya juga masih menunggu arahan dari Lanud Adisutjipto. “Ya, semoga Lanud Gading yang biasa digunakan sebagai tempat latihan dapat segera dibuka kembali. Sehingga atlet juga dapat segera menjalani latihan di lapangan untuk beradaptasi dengan unit pesawat yang baru,” ucapnya.

Selain aeromodelling, sebelumnya bantuan serupa juga telah diserahkan KONI DIJ kepada sejumlah cabor Puslatda PON. Seperti catur, renang lintasan, renang indah, polo air, biliar, rugby, panjat tebing, atletik, bola voli pantai, taekwondo, wushu, sepatu roda, judo, dan pencak silat. Hanya saja, beberapa peralatan dari cabor/subcabor lain belum semuanya dapat dikirimkan. Itu lantaran terkendala proses pengiriman dari luar kota maupun luar negeri akibat pandemi Covid-19. (ard/pra)