RADAR JOGJA – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) usai menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Gedung Serba Guna Adisutjipto Jogjakarta belum lama ini. Adapun musda digelar lantaran masa bakti kepengurusan 2016-2020 telah berakhir. Kepengurusan baru FASI DIJ diketuai oleh Henry Panggabean.

Dalam musda membahas beberapa hal. Selain, membentuk kepengurusan baru masa bakti 2020-2024. Juga dibahas rencana program kerja dan komitmen dalam memajukan olahraga dirgantara di DIJ.

ISTIMEWA

Ketua Harian FASI DIJ Sri Raharjo mengatakan melalui kegiatan musda diharapkan peserta dapat memberikan sumbangsih pemikirannya agar mendapatkan hasil yang maksimal. Dia juga berharap ke depan FASI DIJ semakin unggul dan berprestasi. “Tentunya semoga dapat terus berprestasi. Berjalan secara optimal dan profesional sehingga dapat menjadi motivasi bagi semua pihak,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI DIJ Agung Nugroho yang hadir dalam kegiatan musda berharap kepengurusan baru FASI DIJ dapat menjalankan program dengan baik. Selain itu, KONI DIJ juga mendorong pengda FASI DIJ dapat mempertahankan tradisi medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Terutama dari subcabor terbang layang, terjun payung, aeromodelling, dan gantolle. “Semoga FASI DIJ dapat berprestasi dan mendapat medali emas seperti PON sebelumnya,” ujarnya.

KONI DIJ juga turut memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada kepengurusan FASI sebelumnya. Terlebih, mereka telah menjalankan program dan meloloskan banyak atlet ke ajang PON XX Papua.

Saat ini, para atlet yang lolos tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON XX DIJ. Sejauh ini para atlet tengah menjalankan latihan mandiri di tempat masing-masing. Mereka terdiri dari enam atlet dan empat pelatih terbang layang, tujuh atlet dan dua pelatih terjun payung, satu atlet dan satu pelatih aeromodelling, serta satu atlet dan satu pelatih gantolle. (ard/bah)