RADAR JOGJA – Sejumlah anggota cabang olahraga (cabor) baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dinilai bakal berdampak pada semua program yang telah dirancang dan dilaksanakan oleh KONI Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Hal itu disampaikan Ketum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto.

Sebagai informasi, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI yang digelar secara virtual pada 25-27 Agustus lalu terdapat delapan cabor yang terpilih menjadi anggota baru KONI. “Tentunya nanti akan berdampak pada kepengurusan yang ada di pengda (pengurus daerah) masing-masing provinsi. Dan KONI DIJ juga tetap akan mengakomodasi pengda-pengda cabor yang telah disahkan di pusat, tentu sesuai dengan AD/ART,” ujar Djoko.

Terkait anggapan cabor baru yang dapat membebani anggaran daerah, Djoko menegaskan bahwa KONI DIJ akan menyesuaikan dengan program dan anggaran yang ada. Tentunya dengan mengedepankan faktor efisiensi serta membuat skala prioritas. Terutama pada cabor-cabor berprestasi yang akan didukung secara maksimal. “Tidak semua terus akan kami samakan, makanya kami buat skala prioritas mana yang berprestasi, itulah yang akan kami dukung maksimal,” jelasnya.

Adapun delapan cabor baru yang menjadi anggota baru KONI, di antaranya PB IBA MMA (Pengurus Besar Indonesia Bela Diri Amatir Mix Martial Art), PB ESI (Pengurus Besar E-Sport Indonesia), PP PBFI (Pengurus Pusat Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia), PB PABSI (Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia), PB PABERSI (Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia), PP MPI (Pengurus Pusat Modern Penthatlon Indonesia), PB PSOI (Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia), dan PP FISI (Pengurus Pusat Federasi Ice Skating Indonesia).

Sementara itu, Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Organisasi KONI DIJ Nolik Maryono menambahkan bahwa PABBSI tingkat PB/PP per 27 Agustus lalu sudah dibubarkan. Sehingga secara otomatis organisasi PABBSI sampai ke tingkat bawah itu semua sudah dibubarkan. “PABBSI juga sudah pecah menjadi tiga dan masing-masing berdiri secara mandiri. Seperti angkat berat, angkat besi, dan binaraga. Mereka sekaligus diterima oleh seluruh peserta rapat sebagai anggota baru KONI Pusat,” katanya.

Dikatakan, pada tingkat daerah khususnya provinsi dan kabupaten/kota, keputusan tersebut seharusnya juga diikuti oleh Pengda/Pengkab/Pengkot PABBSI. Dalam hal ini, tiga cabor baru ini nantinya juga tetap harus mengajukan diri untuk menjadi anggota KONI Provinsi. “Seperti halnya cabor-cabor baru lainnya yang ingin mendaftarkan diri menjadi Anggota KONI DIJ. Meskipun sebenarnya keberadaan ketiga cabor ini sudah ada sejak lama,” ucap Nolik. (ard/bah)