RADAR JOGJA – Kabar terbaru dari penanganan kasus dugaan korupsi tunjangan DPRD Gunungkidul periode 1999-2004. Sisa terpidana sebanyak sembilan orang masuk dalam daftar eksekusi.

Ini merupakan sisa berkas eksekusi ke empat atau terakhir dalam perkara tersebut. Proses hukum tak bisa serentak dilaksanakan karena salinan putusan kasasi turunnya juga tidak  bersamaan.

Nah, yang terakhir nama Untung Nurjaya dan kawan-kawan masuk dalam daftar eksekusi berikutnya. Pelaksanaan eksekusi disesuaikan dengan turunanya salinan kasasi keluaran Mahkamah Agung (MA). Satu berkas itu milik Untung Nurjaya dan kawan-kawan.

“Sudah kami persiapkan dan dalam waktu dekat akan dieksekusi,” kata Kepala Kejari Gunungkidul, Koswara saat dihubungi Senin  (31/8).

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Gunungkidul, Andy Nugraha Triwantoro mengaku sedang menyelesaikan kelengkapan administrasi persiapan eksekusi. Jika sudah lengkap terpidana dipanggil dan dieksekusi.

“Dari total sembilan terpidana, tidak semua bisa dieksekusi karena dua terpidana  meninggal dunia, sehingga kami akan meminta surat keterangan kematian sebagai bukti,” kata Andy Nugrahra.

Menurut dia, sejauh ini semua terpidana kooperatif. Sebagain besar memenuhi panggilan eksekusi dan bukan dijemput paksa. Kata dia, sikap responsif itu sangat tepat, karena bagaimanapun eksekusi pasti hanya soal waktu.

Untuk diketahui, selama ini Kejari Gunungkidul telah melakukan eksuksi  tiga berkas korupsi tunjangan anggota dewan tahun anggaran 2003-2004. Total puluhan eks dewan dan mantan sekretaris DPRD Gunungkidul telah menjalani hukuman.

Eksekusi pertama dilakukan di awal 2017 milik Ratno Pintoyo dan kawan-kawan. Total ada 13 mantan anggota dewan masuk bui, namun pada saat pelaksanaan dua orang tidak bisa hadir karena sudah meninggal dunia.

Berkas selanjutnya yang dieksekusi milik mantan Sekretaris DPRD Gunungkidul Aris Purnomo  dieksekusi awal 2018. Berkas ketiga milik Supriyono dan kawan-kawan dieksekusi pada akhir Juni 2019. (gun/pra)