RADAR JOGJA – Pedagang Pasar Argosari mengaku resah. Gara-garanya barang dagangan kerap hilang. Keluhan mereka direspon pemerintah dengan pemasangan kamera pengintai.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul, Ari Setiawan mengatakan, Pasar Argosari satu-satunya lokasi transaksi jual beli tradisional yang dipasang kamera pengintai.”Pemasangan sembilan titik kamera CCTV dilakukan hari ini,” kata Ari Setiawan saat dihubungi Rabu (26/8).

Dia menjelaskan, sembilan titik disebar di sejumlah sudut dan menempel di tempat strategis agar fungsi pemantauan optimal. Pasar Argosari mendesak dipasang kamera CCTV karena aktifitasnya cukup ramai.”Pemasangan CCTV sekaligus berfungsi memantau penerapan aturan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi virus korona,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan, selain CCTV juga merencanakan pemasangan pengeras suara untuk sosialisasi protokol kesehatan. “Harapannya masyarakat semakin sadar dalam mencegah penyebaran Covid-19,” kata Sri Suhartanta.

Terpisah, seorang pedangan di Pasar Argosari, Tito, 36, mengaku senang dengan pemasangan kamera CCTV. Bahkan pihaknya juga memonitor rapat dengan para pedagang lain terkait pemasangan kamera pengintai.”Sangat bermanfaat karena para pedagang sering kehilangan barang. Kalau ada CCTV khan, nanti bisa kelihatan pelakunya,” kata Tito.

Sebelumnya, mantan anggota DPRD Gunungkidul sempat disidang warga karena diduga mengutil di Pasar Argosari Wonosari. Aksinya terbongkar saat mencuri pisang mentah milik pedagang.

Kejadian tersebut berlangsung pada Senin dini hari (24/8). Beruntung tidak ada aksi massa. Kemarahan pedagang berhasil diredam, setelah pelaku diamankan petugas pasar. Perkara ini diselesaikan dengan cara kekeluargaaan. (gun/bah)