RADAR JOGJA – Mati suri sejak Maret lalu, sektor pariwisata DIJ kembali menggeliat. PHRI DIJ pun menggandeng PT KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Jogjakarta untuk mempromosikan pariwisata DIJ.

“Saat ini tingkat hunian hotel dan restoran di DIJ berkisar lima sampai 10 persen yang bergerak. Itu yang hotel bintang dua ke bawah. Masih sedikit, tapi kami bersyukur,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Deddy Pranowo Eryono saat audiensi dengan PT KAI Daop 6, Kamis (13/8).

Deddy menyampaikan, kerjasama dengan KAI tersebut untuk meningkatkan tingkat hunian hotel-hotel yang ada di DIJ. Menurut dia, saat ini sudah banyak perjalanan kereta dari Jakarta maupun menuju Jakarta, dan sebagainya. Terutama di long weekend. “Kami akan mengatur strategi di masa non weekend dengan KAI. Misalnya, dengan membuat paket, naik kereta api dapat diskon menginap di hotel di DIJ,” katanya.

Selain meningkatkan okupansi dari hotel, diharapkan juga dapat meningkatkan minat masyarakat untuk naik kereta api. Selain itu, PHRI juga akan menayangkan video-video terkait promosi hotel di dalam kereta api. “Kami juga akan menanyangkan video kami tentang branding hotel dan resto, yakni sehat, aman, dan nyaman. Begitupun sebaliknya, kami akan menayangkan di televisi kami tentang PT KAI,” papar dia.

Menurut dia, dari total 482 hotel dan restoran di DIJ, baru sebanyak 135 hotel dan restoran yang buka. Pihaknya saat ini sedang melakukan search assessment melalui Satgas PHRI terkait verifikasi hotel sudah menerapkan SOP protokol kesehatan Covid-19 atau belum.

Kepala PT KAKI Daop 6 Jogjakarta Asdo Artriviyanto menuturkan, kerjasama denga PHRI DIJ tersebut merupakan wujud sinergi KAI dan perhotelan dalam membangun pariwisata DIJ. “Jadi dalam pergerakan masyarakat ini untuk menunjang pertumbuhan perekonomian,” ungkapnya. (cr1/pra)