RADAR JOGJA – Momentum hari anak nasional (HAN) 2020 Pemkot Jogja berupaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA). Saat ini kota Jogja masih mempertahankan predikat kategori nindya sebagai KLA. Persiapan di antaranya di tempat umum.

Kepala Bidang Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jogja Fatma Rosihati mengatakan, pedoman standarisasi layanan publik, mal, perkantoran, lembaga, lembaga bisnis, dan sebagainya memang belum ada. Tetapi pedoman itu beberapa tempat sebagai tempat yang layak anak sementara menggunakan pedoman yang digunakan untuk ruang bermain ramah anak (RBRA). “Ada sebelas kriteria di sana seperti dari bangunannya, perlengkapan, tumbuhan, alat-alat permainan. Tidak boleh ada peralatan yang tajam dan bersudut maupun tumbuhan tidak berduri,” katanya, kemarin (13/8).

Dari sisi peralatan harus ada uji secara rutin. Cat peralatan tidak boleh mengelupas, peralatan tidak boleh berkarat. Di samping itu, dari sisi keamanan harus ada petugas yang mengawasi di lokasi tertentu. “Dan standar (petugas) yang mengawasi sudah pernah mengikuti pelatihan konfensi hak anak. Jadi bagaimana mereka memperlakukan anak-anak yang bermain di situ mereka sudah paham hak-hak anak dan benar-benar melindungi anak,” jelasnya.

Selain itu, dari sisi peralatan selain aman juga harus memenuhi papan kriteria usia anak, tujuan alat-alat permainan seperti untuk pengembangan kemampuan motorik kasar atau halus. Hingga saat ini memang belum melakukan standarisasi tempat layanan publik yang sesuai standar ramah anak. Hanya baru RBRA di Taman Pintar yang sudah terakreditasi dan sertifikasi sebagai ruang bermain ramah anak. Termasuk ke depan juga mendorong ruang terbuka publik dapat memenuhi hak-hak anak. “Untuk yang lain baru tahap sosialiasasi ke semua sektor, Dinas, layanan publik termasuk GL Zoo, mal juga mendapat sosialisasi persyaratan tempat yang ramah anak,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan menuju kota Jogja berpredikat KLA akan membentuk tim khusus seperti satuan tugas (satgas) KLA. Satgas KLA bertujuan membantu tempat-tempat layanan publik seperti mal, perkantoran, lembaga bisnis dan sebagainya untuk menjadikan ruang bermain ramah anak (RBRA) sebagai sebuah kebutuhan. “Kami buat tim khusus seperti gugus tugas memverifikasi tempat-tempat yang harus ramah anak,” katanya.

Menurut dia, beberapa tempat seperti sekolah, kantor, rumah sakit, dan puskesmas sudah banyak yang mengikuti standar layanan ramah anak. “Sekaligus untuk sosialisasi kota ramah anak dengan menjadikan standarisasi itu menjadi sebuah kebutuhan. Sehingga anak punya keleluasaan datang ke tempat-tempat publik dan terpenihi hak-haknya,” tambahnya. (wia/pra)