RADAR JOGJA – Telkomsel bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang membagikan paket data internet gratis kepada 35.000 pelajar SMP Negeri di Kota Semarang. Acara yang digelar secara virtual ini dihadiri oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri dan ratusan kepala sekolah SMP di Kota Semarang.

Paket data yang dibagikan ini merupakan pembelian Dinas Pendidikan kota Semarang dari Telkomsel dengan menggunakan dana BOS. Ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dana BOS untuk membantu sekolah dalam melaksanakan prioritas, termasuk penunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

General Manager Mass Market Segment Sales Jawa Bali Agus Priyanto menjelaskan, Telkomsel secara khusus menyediakan paket data internet sekolah murah atau dikenal ‘paket terserah’ sebagai wujud nyata kepedulian Telkomsel terhadap dunia pendidikan. Mengingat selama pandemi Covid-19 pemerintah telah menetapkan PJJ atau daring guna mencegah penyebaran virus ini.

“Kami memberikan diskon paket data all net up to 50% guna mendukung pembelajaran jarak jauh. Paket data ini hanya bisa dibeli oleh pihak sekolah yang telah bekerjasama dengan Telkomsel,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja, (Selasa (11/8).

Paket data ‘terserah’ ini diperuntukkan bagi tenaga pengajar dan pelajar SD, SMP, SMA, MTs, Aliyah, pondok pesantren dan komunitas lainnya.

“Untuk melakukan kerjasama dengan Telkomsel, pelanggan bisa mendatangi kantor layanan terdekat atau menghubungi PIC Telkomsel melalui pesan WhatsApp dengan format NAMA SEKOLAH_NAMA PESERTA kirim ke 082227338933 khusus untuk wilayah Jawa Tengah dan DIJ,” paparnya.

Pihaknya berharap, inisiatif paket data internet sekolah murah ini bisa membantu menyukseskan penerapan remote learning di Indonesia dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pelajar, orang tua, hingga guru dalam menjalani kegiatan tersebut.

Senada dengan Agus, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan ada empat permasalahan belajar daring saat ini. Pertama siswa tidak punya smartphone, kedua tidak punya kuota, ketiga sinyal dan yang terakhir tidak bisa online karena gaptek.

“Untuk poin nomor dua saat ini sudah tersolusikan dengan hadirnya Telkomsel yang memberikan paket data murah ke sekolah di kota Semarang,” ujar Hendi, sapaanya. (*/tif)