RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman belum memberikan rekomendasi ke seluruh tempat hiburan karaoke untuk beroperasi. Saat ini baru ada sembilan tempat karaoke di Sleman yang mengajukan standar operasional prosedur (SOP) untuk mendapatkan surat rekomendasi uji coba terbatas.

Kepala Dispar Sleman Sudarningsih menjelaskan, verifikasi telah diberikan kepada beberapa pelaku usaha hiburan karaoke. Sedangkan untuk yang masih mengajukan rekomendasi, pihaknya telah membentuk tim verifikasi atas dasar pengajuan yang diusulkan pelaku usaha.

Tim terdiri atas Dispar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menilai kelengkapan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan untuk meminimalkan persebaran Covid-19. Selain itu, menilai fasilitas ruang isolasi, carrying capacity dan sign age dari setiap tempat hiburan karaoke.

Meskipun sudah ada yang mengantongi izin rekomendasi, pengawasan tetap dilakukan. Apakah tempat itu masih sesuai persyaratan atau tidak. “Saat ini masih dilakukan verifikasi, untuk melihat apakah masih ada kekurangan atau tidak,” jelas Sudarningsih Senin (10/8).

Surat rekomendasi uji coba terbatas diberikan kepada usaha kegiatan yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan Covid-19. Oleh karena itu, Dispar berhati-hati untuk memberikan surat rekomendasi. Jika nantinya kasus Covid-19 semakin landai, Sudarningsih memastikan rekomendasi untuk pelaku usaha akan semakin mudah diberikan. Dengan syarat, para pelaku tetap memperhatikan protokol kesehatan dan persyaratan lain yang ditetapkan.

Jika nantinya masih ditemukan tempat hiburan karaoke yang belum mengantongi rekomendasi dan masih buka, Sudarningsih mengaku akan memberikan peringatan. Terlebih jika tidak memenuhi persyaratan untuk melakukan uji coba terbatas, terpaksa penutupan usaha sementara akan dilakukan. “Karena semua sudah ada dasar hukumnya. Yang belum mendapatkan rekomendasi, belum kami verifikasi,” ungkapnya.

Dengan adanya rekomendasi itu diharapkan ekonomi bisa tetap berjalan beriringan dengan memperhatikan kesehatan. Terlebih usaha pariwisata yang sudah mulai berjalan untuk tidak menimbulkan klater baru. Sedangkan saat ini destinasi alam yang sudah diberikan surat rekomendasi ada 14 tempat. Di antaranya Bhumi merapi, Minizoo, Taman Kaliurang, Taman Tebing Breksi, SKE, Studio Alam Gamplong, serta Candi Prambanan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP SlemanArif Pramana menjelaskan, pihaknya ikut serta bersama Dispar melakukan pengawasan. Namun untuk sanksi bagi pelanggar, saat ini aturan masih disiapkan bersama dengan Bagian Hukum Setda Sleman. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Dalam aturan yang sedang digodok itu, nantinya akan disiapkan berbagai sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan. Bisa berupa sanksi sosial, teguran hingga denda administratif. Namun saat ini, Arif mengaku mayoritas warga Sleman sudah mulai patuh terhadap protokol pencegahan Covid-19. “Kepatuhan itu juga terlihat dari operasi masker serentak. Hanya kurang dari dua persen warga yang tidak menggunakan masker,” kata Arif. (eno/laz)