RADAR JOGJA – Ketua Takmir Harian Masjid Al Mujahidin UNY Rizky Nugraha tak mengetahui secara pasti pelaku aksi teror loker. Pria berusia 23 tahun ini hanya menemukan barang yang awalnya diduga bahan peledak. Tepatnya di loker penyimpanan Masjid tersebut. Hanya saja Rizky menduga barang tersebut sudah lama tersimpan karena loker tersebut telah terkunci. Selain itu juga telah berdebu dan terdapat sarang laba-laba.

“Saya tidak tahu punya siapa atau pelakunya siapa. Tapi barang ini sepertinya sudah. Kami buka loker pakai kunci yang lain. Ada sarang laba-labanya,” jelasnya, Selasa (11/8).

Awal mula penemuan saat Rizky tengah membersihkan loker sekitar pukul 09.15. Pada awalnya mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra UNY ini mengira benda tersebut adalah mainan. Ini karena ada semacam jam yang menyala. 

Seluruh benda tersebut terbungkus dalam tas plastik. Setelah dibuka terdapat kertas berwarna hijau bertuliskan ancaman berupa BOM BILA TERIAK MELAWAN, MELEDAK BERSAMA.

“Setelah baca itu saya langsung mengeluarkan dan menghubungi satpam kampus. Langsung ditangani dan akhirnya telpon polisi,” katanya.

Benda mencurigakan ini tersimpan dalam loker  nomor 108. Lemari penyimpanan ini memang jarang dibuka. Hanya saja fungsinya sebagai tempat penyimpanan bagi jamaah yang beribadah di masjid tersebut.

“Sebenarnya ada CCTV tapi untuk loker itu tidak terlihat,” ujarnya.

Rektor UNY Sutrisna Wibawa membenarkan adanya peristiwa ini. Jajarannya masih mencari bukti-bukti aksi teror tersebut. Pihaknya juga belum mengetahui motif dari aksi teror di lingkungan kampus UNY ini.

“Nanti kamera pengawas atau CCTV akan kami tambah. Kalau dari dalam mungkin pasang tengah depan agar terlihat. Pastinya kami belum tahu motifnya apa,” katanya. (dwi/tif)