RADAR JOGJA – Tujuh wisatawan yang menjadi korban terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Sanden, Bantul, Kamis (6/8) lalu akhirnya bisa ditemukan semua meski dalam kondisi tak bernyawa. Ini menyusul ditemukannya korban terakhir atas nama Ahmad Chairul Fatah, 4, di perairan Gunungkidul, Senin (10/8).

Jenazah Ahmad Chairul Fatah ditemukan oleh nelayan dalam keadaan mengapung di kawasan Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari. Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, Senin pagi (10/8) menerima informasi dari nelayan Pantai Drini perihal jasad manusia mengapung di lautan.

TERJAUH: Tim SAR saat mengevakuasi jasad Ahmad Chairul Fatah di perairan Wediombo. Foto atas, perahu yang membawa jasad korban saat mendarat di Pantai Drini, Gunungkidul. ( FOTO TIM SAR )

Pagi itu nelayan bernama Warnoto sedang beraktivitas menangkap lobster. Dia terkejut melihat sesosok mayat dalam kondisi mengambang. “Saksi Warnoto kemudian menghubungi tim SAR,” kata Surisdiyanto. Petugas SAR langsung menuju titik ditemukannya kali pertama. Hanya saja begitu sampai ke lokasi sudah tidak ada, karena diduga terseret arus.

Benar saja, hasil koordinasi regu penyelamat lain mengabarkan jenazah ditemukan di perairan Wediombo, Kapanewon Girisubo atau bergeser ke arah timur. “Jenasah dievakuasi ke Pantai Drini lalu dibawa ke RS Bhayangkara Jogjakarta,” ungkap Surisdiyanto.

Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Jogjakarta Asnawi Suroso mengungkapkan, jasad laki-laki yang ditemukan di perairan Gunungkidul itu merupakan korban hilang yang terseret gelombang Pantai Gaa Cemara, Bantul, Kamis lalu. Korban atas nama Ahmad Choirul Fatah, usia sekitar 4 tahun.

“Berdasarkan DVI No 24/RS/005, jenazah teridentifikasi sebagai Ahmad Chairul Fatah melalui medical dan property jam 11.45,” kata Asnawi Suroso melalui keterangan tertulis kepada awak media.

TERJAUH: Tim SAR saat mengevakuasi jasad Ahmad Chairul Fatah di perairan Wediombo. Foto atas, perahu yang membawa jasad korban saat mendarat di Pantai Drini, Gunungkidul. ( FOTO TIM SAR )

Sementara itu menyusul ditemukannya jasad Ahmad Chairul Fatah, Posko SAR Gabungan laka laut Pantai Goa Cemara dinyatakan ditutup. Upacara penutupan posko dilakukan pukul 12.00 kemarin. Sebelumnya pukul 06.00 petugas melakukan pencarian dengan melibatkan tiga SRU. SRU I menyisir dari Pantai Goa Cemara sampai muara Kali Progo, SRU II dari Goa Cemara sampai Samas, dan SRU III dari Pantai Bugel, Trisik, dan Pleret. (gun/cr2/laz)