RADAR JOGJA – Laboratorium Ilmu Pemerintahan (Lab IP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mendapat kepercayaan sebagai fasilitator seleksi Pamong Pemerintah Kalurahan.

Berbeda dengan proses seleksi sebelumnya, ujian dilakukan di Kantor Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo Minggu (8/8).

Kali ini seleksi diikuti 10 calon dukuh untuk mengisi kekosongan formasi Dukuh Siluwok Lor, Kalurahan Tawangsari, Pengasih, Kulonprogo.

”Hal ini telah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kulonprogo No 3/2015 tentang perangkat desa dan juga Perbup Kulonprogo No 24/2015,” jelas salah satu tim penguji dari Lab IP UMY Dr. Dyah Muriarin, M.Si ditemui usai acara.

Dyah Muriarin mengungkapkan, sesuai ketentuan, Lab IP UMY melaksanakan tes seleksi Pamong Kalurahan hanya melalui ujian tertulis. Selanjutnya proses koreksinya transparan disaksikan langsung oleh peserta dan masyarakat luas melalui kanal YouTube.

Terdapat 100 soal pilihan ganda. Keseratus soal tersebut sudah meliputi pertanyaan terkait wawasan pemerintahan, keterampilan komputer, lokalitas dan juga kompetensi bidang sebagai dukuh.

“Tahapan yang sangat sederhana ini memang sudah menjadi aturannya. Sehingga nilai positif yang bisa diambil adalah dapat meminimalisir konflik di masyarakat,” katanya.

Namun demikian, Dosen Ilmu Pemerintahan yang akrab disapa Arin ini mengungkapkan, sebelum proses ujian tertulis, para calon dukuh sudah mendapat rekomendasi dari warga sebanyak 15 persen suara. “Jadi sudah ada screening di tingkat masyarakat sebenarnya, jadi tidak asal mencalonkan,” tegasnya.

Arin berharap, seleksi ujian tertulis yang sukses diselenggarakan ini dapat membantu Pemerintah Kalurahan Tawangsari memiliki dukuh yang ideal dan kompeten di daerahnya. Mampu menangkap peluang dan menjawab tantangan dalam dinamika pemerintahan saat ini.

Ketua Panitia Seleksi Dukuh R. Muh Karmadi mengungkapkan, pelaksanaan ujian seleksi pengisian pamong Kalurahan Tawangsari, Kapanewong Pengasih berjalan lancar dan transparan. “Selain itu proses seleksi mematuhi protokol Covid-19 sesuai anjuran pemerintah,” katanya.

Proses transparansi seleksi dilakukan dengan melakukan live steraming melalui kanal YouTube Media Tawangsari. “Tujuannya seluruh warga dapat menyaksikan proses secara langsung tanpa ada rekayasa,” ungkap Karmadi.

Selain itu, pihaknya memberi kepercayaan penuh kepada tim dari Lab IP UMY untuk melaksanakan proses seleksi hingga selesai.

Karmadi yakin dengan kompetensi yang dimiliki UMY sebagai pihak ketiga. Selama ini UMY dikenal memiliki Prodi Ilmu Pemerintahan yang sudah empat kali terakreditasi A oleh BAN PT.

“Selain itu, kampus ini memiliki laboratorium yang komplit. Mata kuliah yang diajarkan pun sesuai dengan kompetensi pemilihan Pamong Desa. Karenanya, UMY telah beberapa kali mendampingi pemilihan Pamong Desa,” tegasnya.

Dukuh Siluwok Lor terpilih Greis Hananto mengaku bersyukur. Dirinya unggul dengan torehan nilai tertinggi 80 poin.

Mahasiswa akhir Jurusan Ilmu Sejarah UNY ini berharap bisa mengabdi untuk masyarakat, membangun Dusun Siluwok Lor, dan berusaha meningkatkan SDM di daerahnya.

“Saya akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin,” ujar Greis.

Sementara itu, turut hadir Kepala Seksi Kelembagaan dan Aparatur Pemerintah Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDP2KB) Kulonprogo, Rusdiyanto.

Dia berharap dengan terpilihnya dukuh baru, nantinya bisa segera menyatu di tengah masyarakat. Usai dilantik, Dukuh baru bisa segera melaksanakan tugas, kewajibannya.

“Meskipun yang menjabat masih muda. Secepat mungkin harus berbaur dan bekerja bersama dengan masyarakat. Sehingga pembangunan yang direncanakan bisa cepat, tepat, dan terarah,” sebutnya. (sce/naf/ila)