RADAR JOGJA – Pasca dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan angka kemiskinan di DIJ dari 11,7% menjadi 12,28%. Merespon kondisi tersebut Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIJ berupaya memenuhi kebutuhan dasar konsumsi masyarakat sehari-hari melalui pengelolaan dana Zakat Infaq Shadaqah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lain (DSKL).

Ketua BAZNAS DIJ Bambang Sutiyoso menjelaskan, penyaluran bantuan produktif yang dilakukan berupa pemberian fasilitas internet gratis di masjid untuk pembelajaran daring dan sekaligus memakmurkan masjid.

“Kami juga memberi tanda cinta bagi pejuang atau veteran dalam rangka kemerdekaan RI yang ke-75, pembinaan aqidah muallaf, pemulihan ekonomi melalui pelaku usaha kecil menengah, pemenuhan kebutuhan air bersih mengantisipasi musim kemarau, dan program strategis lainnya,” jelasnya, Senin (10/8). (sky/tif)