RADAR JOGJA – Beberapa program kesehatan masyarakat terhenti akibat pandemi Covid-19. Sebab selama ini, program tersebut dilakukan dengan mengumpulkan masyarakat. Salah satu yang paling terkendala yakni program untuk lansia.

“Kalau dulu gampang kumpul semua diperiksa gulanya. Sekarang tidak bisa. Kumpul tidak boleh,” jelas Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Majid Rohmawanto Minggu (9/8).

Kegiatan pemantauan terutama untuk mengecek kadar gula dan tekanan dalam darah. Hal ini untuk mencegah penyakit yang umumnya diderita kalangan lansia. Pemeriksaan faktor risiko diabetes melitus dan hipertensi. Semua lansia harus diperiksa gulanya,” jelasnya.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada lansia, saat ini tiap fasilitas kesehatan telah menyiapkan jalur khusus. “Kalau yang lansia di rumah sakit ada klinik khusus geriatri. Di puskesmas juga ada pemantauan untuk lansia,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya saat ini sedang mengupayakan untuk kembali menggiatkan pemantauan dengan menggerakkan kader. Mereka datang ke rumah-rumah untuk mengecek kesehatan lansia. “Sekarang kami aktifkan kader untuk keliling untuk lansia kami tes,” jelasnya.

Sedangkan untuk program lain seperti UKGS (Upaya Kesehatan Gigi Anak Sekolah) masih belum menemukan solusi. Program ini mengecek kesehatan gigi anak sekolah untuk selanjutnya dirujuk ke puskesmas jika perlu penanganan lebih lanjut. “Kalau itu sekarang mati,” jelasnya.

Lalu untuk pemantauan bayi dan balita menurutnya masih berjalan. Termasuk program pemantauan dan pemberian makanan tambahan. “Tetap memberikan pantauan melalui puskesmas. Ada deteksi dari kandungan yodiumnya. Umur kurang dari 2 hari sudah diperiksa. Itu berjalan,” jelasnya. (asa/bah)