MESKI hadirnya tak pernah dinantikan, virus yang saat ini dikenal sebagai Covid-19 ini mulanya berasal dari negeri China pada akhir 2019 lalu. Hingga kini, Covid-19 sudah menginveksi jutaan penduduk dunia dan lebih dari 100.000 di antaranya adalah warga negara Indonesia.  Satu per satu korban meninggal akibat terjangkit virus corona berjatuhan. Tak hanya puluhan, tetapi mencapai ratusan, bahkan ribuan korban jiwa di setiap negara. Jika diakumulasi secara global, jumlah korban keganasan virus covid-19 ini bisa mencapai puluhan ribu, bahkan ratusan ribu jiwa. Sungguh suatu tragedi bencana non alam yang mesti kita wasapadai bersama.

Hal ini jelas memberikan dampak negatif maupun positif dalam berbagai hal, salah satunya adalah pendidikan. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, dunia pendidikan banyak mengalami perubahan. Perubahan tersebut, bukan hanya pada hal yang bersifat negatif, namun justru melahirkan banyak hal yang bersifat positif. Pandemi Covid-19 telah menjadikan pendidikan di Indonesia semakin banyak melahirkan inovasi dan menumbuhkan kreativitas, baik bagi  peserta didik maupun pendidik.

Meski saat ini sekolah sudah memasuki ajaran baru, namun tidak semua sekolah bisa menjalankan akativitas kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Menurut aturan yang beredar, hanya sekolah yang berada di zona hijau yang dapat menjalankan kegiatan belajar tatap muka secara lansung. Dengan malaksanakan pembalajaran jarak jauh, tidak lantas membuat siswa dengan mudah mendapatkan akses belajar. Banyak dampak negatif yang dirasakan oleh sebagian siswa, khusunya mereka yang belum mempunyai fasilitas memadai untuk pembelajaran jarak jauh.

Hal ini yang menjadian perhatian besar sekelompok mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang tergabung dalam kelompok 48 untuk melaksanakan pengabdian di Desa Panembahan Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Sekolah yang ada di desa ini belum bisa dibuka seperti biasanya karena kecamatan Plered masih menjadi zona merah setelah belum lama ini ditemukan sebagian warganya yang terpapar Covid-19.

Salah satu program kerja yang dibuat oleh kelompok KKN ini adalah adaptasi kebiasaan baru dalam belajar bersama. Hal ini tak lain karena masih banyak anak sekolah yang membutuhkan bimbingan selama pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa dilaksanakan. Guna mencegah penyebaran covid 19 yang semakin meluas, acara yang dilaksanakan di Musala Al-Mananiyah pada tanggal 2-9 Agustus ini tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Seperti pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer, mewajibkan penggunaan masker, serta tetap menjaga jarak tubuh dalam pelaksanaannya.

Guna menjadikan acara ini sebagai salah satu upaya pencegahan Covid-19, materi yang dimuat di dalamnya juga disertai hal-hal yang membuat anak-anak menjadi senang. Misalnya aktivitas mewarnai, menyanyi, serta tak lupa penguatan spiritual seperti mengaji bersama. Harapannya dengan penerapan sistem belajar seperti itu bisa menguatkkan sistem imun yang ada di dalam tubuh karena hidupnya bahagia.

Hal itu semua tercermin dari antusiasnya peserta yang mengikuti acara ini selalu bersemangat dalam dan setiap pelaksanaannya. Mereka semua seolah mendapatkan kembali apa yang selama ini hilang dalam hidupnya. Karena pada dasarnya, belajar dan bermain adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dalam perkembangan setiap anak. Selain itu juga harapannya kita semua bisa menjadikan pandemi ini sebagai pelajaran untuk lebih memaknai hidup lebih baik lagi. (ila)

*Penulis merupakan mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga.