RADAR JOGJA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul menilai adanya pelanggaran netralitas oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada 2020. Karenanya, Bawaslu memberikan rekomendasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) untuk menindaklanjuti ketidaknetralan ASN tersebut.

Rekomendasi itu dibuat oleh komisioner Bawaslu Gunungkidul melalui rapat pleno setelah melakukan klarifikasi dan kajian atas temuan dugaan pelanggaran. Setelah melakukan kajian dan klarifikasi, telah terpenuhi unsur-unsur pelanggaran. Yakni, tercatat sebagai penghubung (LO) dari bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah dan wakil jalur perorangan.

Komisioner Divisi Penanganan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Sudarmanto mengatakan, rekomendasi sudah ditindaklanjuti dan dikirim ke KASN. Selain itu hasil rapat pleno yang menyatakan dugaan keterlibatan ASN dalam politik praktis telah ditempel ke papan pengumunan. “Semua pihak terkait sudah kami klarifikasi. ASN inisial SR diduga tidak netral saat penyerahan data dukungan perbaikan bapaslon (bakal pasangan calon),” ujarnya, Minggu (9/8).

Selanjutnya, untuk pelanggaran lainnya bola panas ada di tangan KASN. Selanjutnya instansi terkait diminta menindaklanjuti rekomendasi bawaslu mengenai dugaan pelanggaran humum ASN warga Kapanewon Playen itu. “Oknum ASN inisal SR bukan berasal dari lingkungan Pemkab Gunungkidul melainkan pegawai pusat tapi ditugaskan di Gunungkidul,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya oknum ASN terdeteksi terlibat dalam politik praktis Pilkada 2020 di Gunungkidul. Oknum tersebut tercatat sebagai penghubung (liaison officer/LO) dari bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah dan wakil jalur perorangan. “Namanya (oknum ASN) masuk dalam data LO bapaslon perorangan,” kata Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani.

Lebih jauh dikatakan, sekarang memasuki tahap verifikasi administrasi berkas perbaikan dukungan bapaslon independen. Hari terakhir penyerahan berkas perbaikan pasangan Anton-Suparno menyerahkan sebanyak 40.349 pedukung, sedangkan pasangan Kelick-Yayuk menyerahkan sebanyak 51.021 pendukung. Kedua bapaslon mengaku optimis bisa lolos dan mendapatkan tiket Pilkada 2020. (gun/pra)