RADAR JOGJA – Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan DIJ memastikan objek budaya Tetenger Geger Sepehi yang terletak di Pojok Benteng Lor Wetan atau Jokteng Gondomanan tak akan dipindah. Sementara ini keberadaan tetenger tengah dialihkan akibat adanya proyek pemugaran.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ Sumadi menjelaskan, tetenger akan dikembalikan di kawasan Pojok Benteng Lor Wetan. Posisinya akan sedikit berubah. Namun tetap berada di situs tersebut.

Keberadaan tetenger dipertahankan karena fungsi vitalnya sebagai penanda dari Keraton. Menurutnya, tetenger adalah objek budaya yang monumental. “Tim ahli sdah melakukan kajian tetapi pada prinsipnya ada penanda sepehi. Itu nanti akan ada tetap di sana tapi tempatnya tidak di seperti di situ,” katanya, Kamis (6/8).

Mantan Sekda Sleman itu belum bisa menyebut keberadaan tetenger saat ini. Sementara ini tetenger telah disingkirkan dan mendapat perawatan. “Yang jelas komitmennya akan di pasang di situ tapi posisinya yang diubah. Mungkin sekarang ya baru dirawatlah. Disingkirke habis itu dikembalikan,” tandasnya.
Disbud DIJ selalu berkoordinasi dengan pihak Keraton Jogja terkait proyek pemugaran ini. “Selalu dalam pelaksanaan arahnnya dari pihak keraton. Kami pelaksana,” katanya.

Targetnya, pemasangan tetenger akan dilakukan akhir Juli. Saat ini, upaya pemugaran sudah sampai pada tahap perawatan. “Kami lihat lihat dulu nanti. Nanti tim teknis dan pihak keraton ini nanti sebaiknya bagaimana. Apakah petunjuk dari keraton itu akan ditaruh di mana,” tuturnya. (tor/pra)