RADAR JOGJA – Kompetisi Liga 1 2020 akan dilanjutkan dengan sejumlah perubahan. Satu di antaranya soal regulasi pertandingan. Rencananya PT LIB selaku operator Liga akan menggunakan lima pergantian pemain dan memainkan minimal dua pilar U-20.

Pergantian lima pemain, sebelumnya sudah diterapkan di sejumlah Liga top Eropa. Sebut saja Bundesliga, La Liga, hingga Premiere League. Perubahan aturan ini untuk memudahkan pelatih dalam meminimalisasi pemain yang terlalu kelelahan atau kurang fit karena Liga digelar ditengah pandemi Covid-19.

Sedangkan kebijakan memainkan pemain U-20 dilakukan untuk membantu pelatih Timnas Indonesia dalam menentukan pilihan pemain yang akan berlaga di ajang Piala Dunia U-20 2021. “Masih ada komunikasi lanjutan dengan klub-klub. Namun untuk U-20 memainkan berapa lama itu akan ada regulasinya,” ujar Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita.

Nah, saat ini finalisasi regulasi baru tersebut sedang digodok LIB jelang restart Liga 1, Oktober mendatang. Nantinya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu akan dilanjutkan selama lima bulan, mulai Oktober hingga Februari 2021. Selain itu, pertandingan yang bertajuk extraordinary competition ini bakal dipusatkan di Pulau Jawa.

Direktur Operasional LIB Sudjarno mengatakan, pihaknya memastikan setiap kontestan mendapatkan waktu recovery yang cukup. Yaitu setiap tim akan memiliki jeda sekitar empat sampai lima hari per laga. “Kami sedang menyusun jadwal dengan durasi kompetisi lima bulan itu. Intinya tidak akan memberatkan klub maupun pemain. Ya, harapannya klub-klub Liga 1 bisa lebih siap,” katanya.

Sebelumnya lanjutan kompetisi Liga 1 ini sempat membuat sejumlah klub was-was. Terutama bagi pelatih untuk menyiapkan pemain agar terhindar dari cedera. Pelatih PSS Sleman Dejan Antonic pun angkat bicara soal kemungkinan padatnya jadwal Liga 1. “Jadwal padat dan mepet akan sangat susah bagi semuanya, sehingga pemain harus punya stamina yang bagus,” katanya. Pelatih asal Serbia itu pun berharap jadwal Liga dibuat lebih fair dan longgar. Sebab, kompetisi sudah distop sejak Maret lalu, sehingga pemain butuh waktu pemulihan lebih panjang.

Di sisi lain, lanjutan kompetisi ini bertujuan mengasah skill pemain muda yang disiapkan untuk berlaga di Piala Dunia U-20. Sehingga, LIB tak mau jadwal padat justru membuat penggawa Timnas Garuda bertumbangan akibat cedera saat berkompetisi. “Salah satu kelanjuan kompetisi ini kan kami melihat trust dari FIFA terkait dengan kesiapan kami sebagai tuan rumah Piala Dunia. Juga penyegaran pemain Timnas U-20 yang dipersiapkan untuk Piala Dunia,” terang Sudjarno.

Selain digelar tanpa penonton, lanjutan kompetisi akan diterapkan dengan protokoler kesehatan yang sangat ketat. Salah satunya mewajibkan pemain dan pelatih untuk menjalani tes swab setiap 14 hari sekali. Hal itu dilakukan untuk memutus rantai persebaran Covid-19 kepada seluruh elemen klub. (ard/laz)