RADAR JOGJA – Dalam kurun waktu Januari-Juni,
Dinas Kebakaran Kota Jogja lebih banyak melakukan evakuasi hewan daripada kejadian pemadam kebakaran. Selain keahlian memadamkan api, petugas juga dibekali kemampuan menjinakkan hewan.

Kepala Seksi Operasional dan Penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Jogja Mahargyo mengatakan, total evakuasi hewan dari Januari-Juni sebanyak 163 kasus dalam dan luar kota. Dibandingkan evakuasi kejadian pemadam kebakaran hanya 55 kasus dalam dan luar kota. “Paling banyak evakuasi hewan bulan Januari yaitu 53 kasus totalnya. Dibanding kejadian pemadam hanya sembilan kasus,” katanya belum lama ini.

Mahargyo menjelaskan, terbanyak evakuasi penyelamatan hewan pada rentan waktu tersebut antara lain sarang tawon, kucing dan ular. Evakuasi hewan yang dilakukan saat masyarakat yang memang membutuhkan pertolongan secara umum orang tidak mampu menyelesaikan di lingkungannya. “Kalau enggak berani evakuasi hewan terutama yang berbahaya seperti ular bisa hubungi kami,” pesannya.

Petugas di lapangan dibekali selain keahlian juga peralatan yang memadai seperti alat tongkat penjepit ular dan karung. Mereka rutin setiap satu tahun sekali mendapat peningkatan keahalian penanganan ular kerjasana dengan lembaga sosial khusus penanganan ular. “Evakuasi hewan selalu ada alat-alat sesuai dengan penanganan. Karena tanpa peralatan yang memadai akan berisiko,” tuturnya.

Menurut dia, petugas yang baru atau yang belum mendapatkan pelatihan keahlian dasar pun akan dijadwalkan pelatihan. Hingga keahlian lain seperti pemadaman dasar. “Kami ada pelatihan dan pasti selalu jadwalkan,” sambungnya.

Bagaimana dengan hewan yang telah dievakuasi?
Menurut dia, tim rescue akan melepas bebaskan ular tersebut ke alam yang jauh dengan pemukiman warga. Atau diserahterimakan kepada pecinta hewan yang berkeinginan merawat hewan evakuasi tersebut dengan baik. “Kalau di kebun binatang kan hewan-hewan yang dilindungi,” tambahnya.

Penanganan evakuasi hewan berbeda-beda, pun alat-alat untuk evakuasi penanganan tersebut juga berbeda. Selama ini, seperangkat alat resque untuk mengevakuasi hewan yang dimiliki Damkar seperti untuk evakuasi ular ada tongkat penjepit dan karung. Pelindung diri saat evakuasi lebah, baju mantel, alat semprot. “Tangga dan tali untuk evakuasi hewan-hewan yang kecemplung,” imbuhnya. (wia/pra)