RADAR JOGJA – Untuk meminimalisasi munculnya klaster perkantoran di wilayah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menerbitkan surat edaran, terkait keteladanan pegawai dalam menerapkan protokol Covid-19. Para pegawai, diminta menjadi teladan dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Sekretaris Daerah Pemkab Sleman Harda Kiswaya mengatakan, jajaran birokrasi seperti kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMD, camat, kades, kepala UPT, kepala sekolah, seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Sleman harus patuh protokol kesehatan.

Ditegaskan, seluruh pegawai wajib menggunakan masker, menjaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Seluruh Pegawai wajib bermasker selama bekerja atau berada di dalam ruangan,” tegasnya Kamis (6/8).

Tak hanya penyedia jasa layanan, seleruh masyarakat yang mengakses layanan juga wajib menaati protokol kesehatan. Bahkan, bagi masyarakat yang tidak menaati atau tidak bersedia menjalankan protokol dengan baik, penyedia layanan boleh menolak para pengguna layanannya.

Dia berharap, dengan adanya imbauan tersebut persebaran Covid-19 dapat ditekan dengan baik dan tingkat kasus Covid-19 di Sleman dapat berangsur melandai. Dia menyebutkan, perkembangan kasus positif Covid-19 di wilayah Sleman menunjukkan angka lonjakan yang tajam data 31 Juli hingga 2 Agustus. “Kondisi ini menunjukkan perhatian dan kewaspadaan yang serius dari seluruh jajaran birokrasi dan masyarakat,” katanya.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, berdasarkan hasil uji laboratorium pada 31 Juli ada sebanyak 28 kasus.

Kemudian, pada 1 Agustus ada sebanyak 40 penambahan kasus pasien positif. “Hingga Rabu (5/8) kasus positif Covid-19 di Sleman menunjukkan angka lonjakan yang signifikan. Yakni tercatat sebanyak 306 orang. Atas kondisi ini berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Sleman guna menekan penyebaran dan penambahan kasus positif,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh Pemkab Sleman yaitu dengan mewajibkan instansi penyelenggara pelayanan publik memasang tulisan area wajib masker di titik-titik terdepan lokasi pelayanan. (cr1/bah)