RADAR JOGJA – Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ XVI resmi diundur pada 2022 karena pandemi Covid-19. Ajang multi event dua tahunan itu disepakati dilaksanakan 1 hingga 9 September 2022 di Sleman. Sebagai tuan rumah, Sleman kembali mengincar juara umum.

Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional (KONI) Sleman Pramana menyebut posisi tuan rumah menjadi keuntungan bagi Bumi Sembada. Apalagi, KONI Sleman memang membidik juara untuk kali ketiga secara berturut-turut alias hattrick.

Apabila berhasil memenuhi target yang diusung, Sleman akan menciptakan sejarah baru dengan mencatatkan hattrick juara untuk kali kedua. “Kami tidak boleh lengah dan ini jadi kesempatan menjadi juara umum secara berturut-turut. Itu yang menjadi target kami,” katanya, Rabu (5/8).

Persiapan pun sudah digeber. Meski Porda diundur setahun, KONI Sleman tetap gerak cepat untuk mempersiapkan diri. Baik sebagai tuan rumah maupun peserta. Dikatakan, untuk merealisasikan target yang diusung diperlukan kerja keras dan keseriusan dari seluruh pihak yang terlibat. Untuk itu, Pramana mengupayakan pelaksanaan Pelatihan Kabupaten (Pelatkab) dilakukan lebih maksimal. “Kami sampaikan agar semua cabor dapat mempersiapkan diri untuk dapat bersaing dengan yang lain khususnya Bantul,” ujarnya.

Menurut Pramana ada satu kendala yang dihadapi Sleman dan daerah lain dalam persiapan Porda, yaitu soal pendanaan masing-masing cabor. Karena seperti diketahui tahun ini hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami defisit anggaran. Selain itu, apabila situasi kembali normal, di 2121 anggaran juga masih digunakan untuk menutup defisit 2020.

Kendati begitu, KONI Sleman akan terus memberikan motivasi dan dukungan kepada seluruh pengurus cabor dan atlet, bahwa kondisi saat ini memang harus dihadapi bersama. “Kami harus menyiapkan dengan segala upaya yang ada untuk tetap bisa berlatih,” paparnya. “Kami berharap nanti cabor-cabor bisa bertanding di Sleman semua agar kesempatan mendapatkan medali lebih banyak, kecuali beberapa cabor seperti dayung,” imbuh Pramana. (ard/pra)