RADAR JOGJA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) tengah merancang program insentif ekonomi yang ditujukan pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Insentif diberikan dalam wujud bantuan sosial (bansos) dengan target penyaluran kepada 12 juta UMKM di Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan pada UMKM. Upaya pemulihan UMKM menjadi diperlukan. “Kami akan berikan insentif pada UMKM yang selama ini tidak tersentuh bank dan menerima pembiayaan. Angkanya sekitar Rp 2,4 juta untuk tiap pelaku usaha,” ungkapnya saat mengunjungi Pasar Beringharjo, Rabu (5/8).

Menurutnya, upaya pemulihan UMKM akan berdampak pada perekonomian nasional. Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo memintamya untuk mempelajari kebutuhan UMKM di masa pandemi ini. “Pemerintah tidak mungkin bisa memulihkan ekonomi nasional tanpa melibatkan UMKM. Apalagi selama ini 99 persen perekonomian Indonesia bergantung pada UMKM,” jelasnya.

Pemerintah, lanjut dia, juga akan melakukan evaluasi terhadap program ekonomi nasional agar cepat berjalan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan UMKM. Program lain juga disiapkan yakni meningkatkan daya beli terhadap produk UMKM. Termasuk di sektor pangan yang potensinya belum terserap oleh pasar.“Angka pembelian produk UMKM masih digodok. Diharapkan juga bisa membantu pembiayaan UMKM. Selain membantu masalah pembiayaan, juga kami membantu peningkatan penjualan,” kata Teten.

Salah seorang pedagang baju batik di Pasar Beringharjo Jati, 45, berharap adanya bantuan langsung dari pemerintah. Menurutnya, bantuan kepada para pedagang dirasa masih sangat kurang. “Yang dulu itu kan program buat masyarakat miskin,” katanya.

Selama pandemi Covid-19, omzet penjualannya turun drastis akibat sepinya wisatawan. Saat ini dia mulai menjajakan barang dagangannya secara online. “Ada yang lewat grup-grup WhatsApp sama ndaftar di marketpalce. Hasilnya lumayan,” tandasnya. (tor/laz)