RADAR JOGJA  – Pendamping PKH yang merupakan ujung tombak pelaksanaan program-program Kementerian Sosial harus ikut berperan dalam pengawasan dan penyaluran bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Sosial RI, Dadang Iskandar saat memberikan arahan dan penguatan kepada para peserta Diklat Family Development Session secara virtual melalui sambungan zoom, Kamis (6/8)

FDS Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di BBPPKS Jogjakarta Inspektorat Jenderal Kemensos yang mempunyai fungsi pokok pengawasan terhadap seluruh kegiatan dan program-program Kemensos meminta koordinasi dan partisipasi para pendamping PKH untuk ikut memantau dan mengawasi penyaluran berbagai bantuan Sosial Pemerintah.

“Penyaluran bansos harus tepat guna dan tepat sasaran, saya mohon teman-teman pendamping yang ada di lapangan ikut berkontribusi dalam pelaksanaan program program pemerintah terutama program pengentasan kemiskinan,” tutur Dadang.

Dadang menegaskan, peserta diklat dari Propinsi Jawa Timur juga dipersilahkan untuk langsung melapor ke pusat bila ada penyelewengan atau tidak tepat sasaran pemberian bantuan yang merupakan Jaring Pengaman Sosial Pemerintah untuk masyarakat rentan masalah sosial.

Selain Inspektur Jenderal, peserta diklat juga menerima penguatan dari Sekretaris Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Kemsos RI Nurul Fajriati. Nurul mengingatkan Pendamping PKH untuk mengawal para KPM.

Sekretaris Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Kemsos RI Nurul Fajriati dalam Diklat Family Development Session gelombang IV (virtual), Kamis (6/8). (BBPPKS FOR RADAR JOGJA)

“Pendamping harus mengedukasi para KPM sehingga para KPM dapat berubah mindsetnya agar ke depan kehidupannya menjadi lebih baik,” jelas Nurul.

Peserta Diklat FDS Gelombang ke 4 di BBPPKS adalah Pendamping PKH asal Propinsi Jawa Timur sedang mengikuti proses pembelajaran dari 3 Agustus dan akan berakhir pada 13 Agustus 2020. Diklat dilaksanakan secara Daring (Dalam Jaringan) dengan mengakses laman elearning.kemsos.go.id yang merupakan aplikasi dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin Kesos) Kemensos RI. Diklat FDS Gelombang 4 di BBPPKS Jogjakarta ini diikuti 420 peserta pendamping PKH. (*/ita/ila)