RADAR JOGJA – Jelang lanjutan Indonesian Basketball League (IBL), Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja (BPJ) justru ditinggal sang pelatih kepala Raoul Miguel Hadinoto. Manajemen BPJ baru saja memutuskan tidak memperpanjang kontrak pelatih yang akrab disapa Eboss itu.

Selain Eboss, ada dua asisten pelatih yaitu Risdianto Roeslan dan Moosa Permadi, serta Fadli Sonjaya selaku staf pelatih. Manajer BPJ Dyah Ayu Pratiwi mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan banyak pertimbangan.

Manajer yang akrab disapa Tiwi itu turut berterimakasih atas dedikasi Eboss yang selama tiga tahun membesut satu-satunya tim asal DIJ di IBL itu. “Coach Eboss memberikan dampak bagi tim yang pada saat itu baru berusia setahun. Sukses selalu untuk ke depannya dan sampai jumpa lagi,” ujarnya, Rabu(5/8).

Tiwi menjelaskan, manajemen sudah mengantongi beberapa nama pelatih baru. Hanya, belum akan diperkenalkan dalam waktu dekat ini. Nah, untuk sementara Nuke Tri Saputra cs akan dipimpin oleh pelatih Dewanta Putra Aji. “Mas Aji akan memimpin latihan fisik dan menerima laporan perkembangan para pemain untuk sementara,” imbuh Tiwi.

Resmi berpisah dengan BPJ, Eboss mengucapkan rasa terimakasihnya kepada manajemen atas kesempatan yang diberikan. Baginya melatih BPJ merupakan sebuah kehormatan sekaligus pengalaman berharga. “Terima kasih untuk owner dr.Edy Wibowo, para pemain, dan seluruh orang yang berjuang bersama untuk Bima Perkasa,” ucap Eboss.

Eboss ditunjuk sebagai pelatih kepala BPJ sejak Agustus 2017 menggantikan Liem Jiang Rien. Kala itu dia ditemani Moosa Permadi sebagai asisten. Selain itu, Eboss juga pernah melatih sejumlah klub. Di antaranya, Citra Satria Jakarta, Kalila, Garuda Bandung, Timnas putri Indonesia, dan Siliwangi.

Di tahun pertamanya bersama BPJ, Eboss selalu berhasil memperbaiki peringkat klub di Liga. Setahun berselang Risdianto Roeslan bergabung di bangku asisten. Kombinasi Eboss-Risdianto-Moosa mampu membawa BPJ lolos ke babak play off IBL untuk kali pertama setelah pindah ke Jogjakarta. (ard/pra)