RADAR JOGJA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta desa lebih fokus membantu pemerintah dalam menekan pertambahan kasus virus korona (Covid-19). Setidaknya langkah yang dilakukan di tingkat desa akan sangat membantu menekan angka pertumbuhan kasus baru.

Hal itu disampaikan Ganjar dalam pengukuhan Paguyuban Kepala Desa, Lurah dan Perangkat Desa Purworejo (Polosoro) yang diikutinya melalui sambungan teleconverence, Rabu (5/8). Kegiatan pengukuhan sendiri dilakukan Bupati Agus Bastian terhadap Polosoro yang kini diketuai oleh Kades Jatimalang Kecamatan Purwodadi, Suwarto di Pendopo Rumah Dinas Bupati. “Pemerintah akan semakin berat merespon perkembangan Covid-19 jika tidak ada dukungan dan peran serta dari masyarakat,” kata Ganjar.

Menurutnya, situasi yang ada sekarang ini tidak mudah. Kasus Covid-19, menurutnya, menjadi ujian berat dan akan bisa terasa ringan jika semua pihak memiliki kepedulian. “Butuh kerjasama semua pihak baik pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

Ganjar juga mengingatkan para kades untuk konsisten menerapkan program jogo tonggo Covid-19. ”Jogo tonggo adalah salah satu ujung tombak penanganan Covid-19 yang berbasis pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Agus mengatakan, Polosoro harus kokoh dan fokus mendorong pembangunan di desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemkab akan tetap fokus membangun desa dengan mengalokasikan dana desa untuk tahun anggaran 2020 dan 2021. “Dana desa dipastikan akan terus berlanjut dan tidak kena kebijakan anggaran. Pada 2021 juga tetap ada alokasi, hanya jumlahnya sama dengan sekarang karena imbas pandemi,” kata Agus.

Bupati meminta agar kepala desa hati-hati dan amanah dalam pengelolaan anggaran desa, sehingga tidak terjerat masalah hukum di kemudan hari.

Ketua Umum Polosoro Suwarto menambahkan, pengurus akan segera melaksanakan rapat kerja untuk menentukan program. Salah satu tugas yang sudah menanti adalah mengawal tata niaga pupuk yang selama ini menjadi kendala bagi para petani di Purworejo. (udi/bah)