RADAR JOGJA – Peristiwa hanyutnya tujuh wisatawan Pantai Gua Cemara tak terlepas dari kondisi gelombang laut saat ini. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas mengakui adanya gelombang tinggi di laut selatan Pulau Jawa. Catatan terbaru menyebutkan ketinggian ombak kisaran 2,5 meter hingga 4 meter.

Staklim BMKG memprediksi kondisi ini masih berlangsung hingga lima hari ke depan. Variasi ketinggian gelombang tinggi maksimal 4 meter. Keadaan ini hampir terjadi merata di seluruh garis pantai wilayah Jogjakarta.

“Prediksi kami kondisi ini (gelombang tinggi) masih berlangsung lima hari kedepan. Dengan kecepatan angin mencapai 30 hingga 60 kilometer perjam,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (6/8).

Penyebab terjadinya gelombang tinggi adalah perbedaan tekanan udara. Staklim BMKG mencatat adanya perbedaan tekanan udara secara signifikan di wilayah laut lepas Samudera Hindia. Tepatnya antara sisi barat Benua Australia dengan perairan sebelah barat Pulau Sumatera.

Data terbaru menyebutkan tekanan tinggi di Samudera Hindia barat Benua Australia mencapai 1030 milibar (mb). Sementara kawasan perairan Sumatera mengalami dengan tekanan udara rendah. Mencapai kisaran 1006 milibar.

“Pertemuan antara tekanan tinggi dan rendah ini mengakibatkan kecepatan angin meningkat. Sehingga terjadi gelombang tinggi,” katanya.

Kondisi ini masih berlangsung konsisten. Bahkan Staklim BMKG memprediksi kondisi gelombang akan semakin tinggi. Prakiraan ini berdasarkan tekanan udara di wilayah perairan barat Australia dan Sumatera.

“Untuk tanggal 12 Agustus tinggi gelombang diprediksi naik jadi 2,5 hingga 5 meter,” ujarnya.

Hingga saat ini upaya pencarian kelima korban hanyut masih berlangsung. Kantor Basarnas Jogjakarta memutuskan untuk membuka operasi SAR. Hari pertama terbagi dalam dua search and rescue unit (SRU). Fokus pencarian berupa penyisiran darat dan laut di seputar lokasi tenggelam. Mengarah pula ke sisi barat dan timur pantai.

Untuk SRU 1 melaksanakan penyisiran ke arah barat sejauh 500 meter. Pencarian air menggunakan kapal patroli. SRU 2 melaksanakan penyisiran darat kearah timur sejauh 500 meter. Tim darat diperkuat dengan kendaraan amphibious.

“Tim SAR Gabungan yang terlibat pada pencarian hari pertama lebih 50 personel dari berbagai unsur. Hingga saat ini masih nihil dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 07.00 WIB,” kata Humas Kantor Basarnas Jogjakarta Pipit Eriyanto.

Dalam kejadian ini dua korban sempat diselamatkan meski nyawa tak tertolong. Keduanya adalah Ahmad Nur Fauzi dan Ulli Nur Rohmi. Keduanya diketahui berstatus kakak beradik. 

Kelima korban yang dalam pencarian di antaranya, Joko Widodo, 30, Muhammad Zafir, 8, Muhammad Rizki Romadhon, 7, Ahmad Chairul, 4 dan Muhammad Zidan, 8. (dwi/tif)