RADAR JOGJA – Kementerian Koperasi dan UKM siap mengucurkan Rp 28,8 triliun modal usaha untuk pemulihan ekonomi nasional, terutama di sektor UMKM, pertengahan Agustus mendatang. Sasarannya 12 juta pelaku usaha dan UMKM. Hal tersebut dinyatakan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki usai bertemu Gubernur DIJ Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Kamis (6/8).

Menurut Teten pelaku usaha kecil dan mikro seperti pedagang pasar, kuli angkut, pedagang kaki lima, asongan, dan lainnya terdampak besar COVID-19. Ditambah rendahmya daya beli masyarakat yang juga menurunkan omzet hingga lebih 70 persen. 

“Bantuan sosial (bansos) tersebut diharapkan dapat memulihkan perekonomian nasional. Tiap provinsi, minimal 20 ribu pelaku usaha dan UMKM yang belum mendapatkan bantuan dari bank akan dibantu untuk mendapatkan moda usaha sebesar Rp 2,4 juta,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebutkan, butuh anggaran sekitar Rp 75 triliun  untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi DIJ hingga lebih dari 3 persen.

“Misalnya anggaran yang dipunya DIJ tidak lebih dari Rp 25 triliun dengan jumlah masyarakat yang 3,7 juta, kira-kira bisa membantu berapa persen, sekitar 37 persen. Karenanya pihak swasta bisa membantu 64 persen,” paparnya. (sky/tif)