Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WITD dan CII Diskusikan Peran Perempuan dalam Pariwisata di Indonesia

E
Penulis: Editor News❯
Photo
Photo
RADAR JOGJA – Delapan perempuan praktisi pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia membagi pengalaman dan pengetahuannya dalam webinar Peran Perempuan dalam Pengembangan Pariwisata di Indonesia, akhir pekan lalu. Acara ini merupakan kerja sama Women in Toursim Indonesia (WTID) dengan Conservation International Indonesia (CII) dalam misi mendorong kesetaraan gender di dunia pariwisata di Indonesia.

Founder  Women Tourism Indonesia  Anindwitya Rizqi Monica menjelaskan, gagasan ini muncul karena masih sedikit riset dan pembahasan praktis mengenai perempuan dan pariwisata di Indonesia. Oleh karena itu, WTID dan CI ingin memperluas cakrawala pembahasan isu-isu gender dalam sektor pariwisata.

“Penyelenggaraan talkshow ini  berusaha menarik banyak khalayak untuk mengetahui bahwa perempuan yang terlibat dalam sektor pariwisata tidak hanya berada dalam ranah domestik, tetapi juga ranah publik seperti pada lingkup kebijakan, manajemen, bisnis, hingga organisasi,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8).

Monica juga mepaparkan hasil riset UNWTO tahun 2019 bahwa pekerja pariwisata di Indonesia dengan persentase 55,07% adalah perempuan. Hal itu juga didukung oleh peningkatan industri pariwisata yang banyak melibatkan para perempuan dalam upaya menciptakan wisata berkelanjutan. Inisiatif untuk mendorong lebih banyak perempuan untuk memasuki industri pariwisata seringkali berubah menjadi inovasi yang kreatif dalam diversifikasi produk objek, atraksi wisata utama, penyediaan jasa akomodasi, dan makanan dan minuman.

Kendati demikian di tahun yang sama, UNWTO juga melaporkan bahwa terdapat kesenjangan upah yang terjadi di sektor pariwisata di mana perempuan hanya mendapatkan 30,07% lebih kurang daripada laki-laki.

“Harapannya, talkshow ini dapat menjadi ruang khusus perempuan pariwisata untuk bergerak, berinovasi dan berekspresi bersama di dalam wadah yang positif dan menyebarkan energi kebaikan,” ungkapnya.

Webinar interaktif yang berlangsung selama kurang lebih empat jam ini diikuiti lebih dari 200 audiens. Materi terbagi dalam dua sesi, sesi pertama tentang mengidentifikasi peran perempuan dalam usaha dan organisasi pariwisata yang berbasis masyarakat. Sesi kedua tentang peluang dan tantangan perempuan dalam pemanfaatan teknologi sebagai upaya inovasi pariwisata.

Selain Monica, tujuh pemateri lainnya adalah Instruktur selam dan pemilik Alexa Scuba Kendari Ellys, Pemandu Wisata HPI Raja Ampat dan pemilik Travel Ethnic Journey Ranny Iriani Tumundo,  Manager BUMDES Labuhan Jambu Sumbawa Sanawiyah , Pemilik Kurabesi Explorer Papua Rani Bustar, Chairwoman Sumba Hospitality Foundation Radempta Bato,  Direktur Bisnis and Development HS Silver Jogja dan Co Founder @coachcircle.id Artin Wuriyani, Elasmobranch Project Coordinator CI Indonesia Lita Hutapea. (tif)

 

 

 

 

Advertisement
Advertisement
Editor : Editor News
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tembus 1,81 Juta Wisatawan, Kulon Progo Bidik Investasi Pariwisata

Tembus 1,81 Juta Wisatawan, Kulon Progo Bidik Investasi Pariwisata

Sektor pariwisata kian menggeliat. Itu ditandai dengan moncernya beberapa destinasi.

Raperda Ripparda Kabupaten Sleman 2026-2045, Ubah Paradigma Mass Tourism Menuju Quality Tourism

Raperda Ripparda Kabupaten Sleman 2026-2045, Ubah Paradigma Mass Tourism Menuju Quality Tourism

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Kabupaten Sleman 2026-2045 menjadi road map pengembangan sektor pariwisata Bumi Sembada jangka panjang. Kebijakan ini akan menjadi arah baru pembangunan ...

Tiga Kabupaten Pesisir di DIY Bersaing Genjot Pendapatan dari Wisata Pantai

Tiga Kabupaten Pesisir di DIY Bersaing Genjot Pendapatan dari Wisata Pantai

Pariwisata masih menjadi andalan DIY. Tak berlebihan jika kemudian sektor ini terus digenjot untuk bisa mendatangkan cuan lewat pendapatan asli daerah (PAD).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer