RADAR JOGJA – Uji coba pembukaan destinasi wisata terus dilakukan di tengah masa tanggap darurat pandemi Covid-19. Pantauan Dinas Pariwisata (Dispar) DIJ menunjukkan, pengunjung dari luar daerah terutama Jawa Tengah mulai mendominasi.

Kepala Dispar DIJ Singgih Raharjo menjelaskan, jumlah pengunjung tertinggi tercatat pada Minggu (28/7) lalu. Jumlahnya mencapai 27.100 wisatawan. Terdata melalui aplikasi Visiting Jogja. “Grafiknya daerah 50 persen, 50 persen non DIJ. Hingga 2 Agustus presentasenya 51 persen luar DIJ. Jateng cukup banyak. Provinsi lain masih kecil,” katanya Selasa (4/8).

Terkait adanya lonjakan kasus positif baru-baru ini, Singgih menjelaskan, pihaknya masih menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang sama. Yakni penerapan protokol kesehatan dan menolak kedatangan wisatawan rombongan. “Kami masih uji coba terbatas untuk meminimalisir risiko. Penegakan kami lakukan atau mengingatkan,” jelasnya.

Hasil evaluasi sementara sering dijumpai wisatawan yang lalai. Misalnya, lupa memakai masker setelah beraktivitas atau tak menjaga jarak saat berfoto. Pengelola objek wisata wajib memberikan peringatan bila menemui pelanggaran. “Sejauh ini belum ada pelanggaran signifikan. Misalnya maskernya lupa pakai kembali setelah berfoto atau setelah makan. Nanti diingatkan pengelola,” katanya.

Penerapan SOP dilakukan di seluruh jenis objek wisata. Termasuk wisata outdoor seperti pantai. Saat ini tercatat ada 32 objek wisata di DIJ yang telah beroperasi. Seluruhnya dianggap memiliki kesiapan dalam hal penerapan protokol kesehatan.

Singgih menambahkan, pada tahap uji coba ini jumlah wisatawan yang datang dibatasi. Maka, dia mengimbau wisatawan untuk melakukan reservasi melalui aplikasi Visiting Jogja terlebih dahulu. Upaya ini dapat mempermudah aktivitas pemantauan pengunjung di sebuah destinasi. “Direkomendasikan reservasi terlebih dahulu. Karena ada pembatasan di destinasi diperlukan reservasi online. Kalau kelebihan bakal ditolak,” jelasnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja terkait penegakan protokol kesehatan. “Sudah kita distribusikan SOP sekaligus checklist. Jadi Satpol PP juga bawa instrumen yang sama dengan kita,” paparnya.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, aktivitas pariwisata tetap dibuka di tengah pandemi. Sebabnya, pariwisata menjadi salah satu sektor penting untuk menopang perekonomian masyarakat. Ini sejalan dengan program pemulihan ekonomi.

Namun penerapan protokol kesehatan terus menjadi perhatian. “Kalau ada wisatawan yang tidak patuh tidak boleh masuk,” tegasnya. Aji menambahkan, untuk tren kasus positif di DIJ kini tak hanya didominasi kasus dari luar daerah atau wisatawan, melainkan juga transmisi lokal. “Kalau wisatawan kami lihat nggak terlalu banyak. Misal wisatawan kena cuma sedikit. Tapi yang berikutnya, yang transmisi lokalnya bisa menjadi banyak saat dia pulang,” jelasnya. (tor/bah)