RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melarang kegiatan tirakatan dan lomba memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75. Sebab, kegiatan mengundang kerumunan tersebut rawan penyebaran virus korona (Covid-19).

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) dan Protokol Pemkab Bantul Suparmadi menyebut telah mengirim Surat Edaran Sekretaris Daerah (SE Sekda) Bantul No 440/01559 tentang Larangan Mengadakan Kegiatan yang Berpotensi Penularan Infeksi Covid-19 kepada 17 kecamatan di Bantul. Dalam salah satu poinnya, SE itu melarang kegiatan perlombaan, hajatan, resepsi, dan kegiatan sejenis yang bepontensi menciptakan kerumunan. “Atas dasar itu, kami meniadakan malam tirakatan dan lomba sampai tingkat rukun tetangga (RT),” paparnya ditemui di kantornya Selasa (4/8).

Suparmadi mengatakan, SE telah disampaikan ke tingkat desa oleh pemerintah kecamatan. Sehingga warga sudah paham, untuk tidak menggelar tirakatan dan lomba.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Bantul Yulius Suharta menyebut sudah mendapat instruksi dari Sekda Bantul Helmi Jamharis, terkait larangan tirakatan dan lomba. Hal tersebut, juga berkaitan dengan Peraturan Bupati (Perbup) No 79/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19. ”Agenda masyarakat harus menyesuaikan dan memperhatikan protokoler AKB pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul Susilo Hapsoro mengaku mengetahui larangan menggelar tirakatan dan lomba dari WhatsApp Group (WAG). Namun dia tidak dapat mengingat pasti WAG yang dibukanya. Susilo lantas menyebut dirinya belum mendapat surat resmi yang melarang kegiatan tirakat dan lomba.“Kami masih menunggu surat resmi gugus kabupaten dan kecamatan,” sebutnya.

Kendati demikian, Susilo sudah melakukan koordinasi dengan dukuh di desanya. Malalui para dukuh, diharapkan masyarakat mendapat edukasi terkait antisipasi penularan Covid-19. Selain itu, dia sudah meminta perangkat keamanan di desanya untuk melakukan pengawasan.

Sementara itu, tokoh masyarakat di Dusun Kanutan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul Indra Suroinggeno mengaku belum mengetahui adanya larangan menggelar tirakatan. Tapi dia memastikan warganya tidak menggelar tirakatan. “Memang di kampung ada persiapan (menyambut HUT Kemerdekaan RI dengan) membuat gapura, tapi warga juga sudah sadar untuk mendukung kebijakan pemerintah,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Ikatan Remaja Botokenceng (IRB), Wirokerten, Banguntapan, Bantul Galih Dwitama mengaku sudah menerima pertanyaan dari anak-anak di kampungnya. Tapi, situasi pandemi membuatnya berpikir ulang menggelar lomba. Sebab perlombaan berpotensi menciptakan kerumunan. (cr2/bah)