RADAR JOGJA – Sejumlah investor berencana membangun kereta gantung penghubung sejumlah destinasi wisata di kawasan perbukitan Menoreh di Kulonprogo. Kereta gantung akan memperkaya wahana dan mengakomodasi wisatawan yang kesulitan mengakses objek wisata di kawasan perbukitan itu.

ISMED HARIAWAN ( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA )

Salah seorang investor proyek kereta gantung Ismed Hariawan mengatakan, potensi wisata di perbukitan Kulonprogo sangat menjanjikan, namun aksesnya masih sulit. Hal itu menjadi dasar atau alasan perlunya membangun kereta gantung untuk memudahkan akses wisatawan di perbukitan Menoreh.

“Selain memudahkan akses wisata, kehadiran kereta gantung juga dapat menunjang wisata Kulonprogo menyambut hadirnya Yogyakarta International Airport (YIA) dan pembangunan jalur bedah menoreh yang pengubungkan YIA ke kawasan Borobudur,” katanya saat audiensi dengan Bupati Kulonprogo Sutedjo terkait pembangunan kereta gantung di Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (4/9).

Dijelaskan, kehadiran infrastruktur wisata ini bisa menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Kereta gantung rencananya akan mulai dibangun akhir 2020. Kini pihaknya bersama sejumlah investor lain masih mengurus proses perizinan. “Kereta gantung akan dibangun sepanjang 2 km melewati sejumlah destinasi wisata di perbukitan Menoreh. Titik awal dan akhir di kawasan Waduk Sermo,” jelasnya.

NEW NORMAL: Destinasi wisata di kawasan perbukitan Menoreh
ini sudah beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat ( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA )

Bupati Sutedjo menyambut baik rencana pembangunan kereta gantung ini karena bisa menjadi magnit wisatawan berkunjung ke Kulonprogo. Namun rencana itu perlu dikaji lebih dalam agar manfaatnya bisa benar-benar dirasakan masyarakat. “Ini masih audiensi awal, belum diterangkan secara detail. Harapannya ke depan inevestor bisa memaparkan secara rinci rencana pembangunan itu,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Joko Mursito menambahkan, rencana pembangunan kereta gantung sangat positif. Menurutnya, ada tiga unsur pengembangan pariwisata, yakni keterlibatan pemerintah, masyarakat dan swasta. “Keterlibatan swasta (investor) di era sekarang perlu didorong dalam bentuk investasi, karena kemampuan keuangan daerah juga terbatas,” katanya. (tom/laz)