RADAR JOGJA – Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo angkat bicara terkait fenomena pelecehan seksual berdalih penelitian swinger. Diketahui bahwa sosok pelaku Bambang Arianto adalah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Bahkan beberapa korbannya juga berstatus almamater UGM. Gubernur Jawa Tengah ini sangat menyayangkan aksi pelaku. Terlebih alibi yang digunakan adalah penelitian. Selain mencoreng nama baik almamaternya, juga dunia pendidikan.

“Kalau toh harus diambil sikap, saya akan coba rapatkan di pegurus pusat nanti. Kalau membawa nama baik ya kita harus bersikap,” tegasnya ditemui usai melayat di kediaman Guru Besar UGM Cornelis Lay di Maguwoharjo Depok, Sleman, Rabu (5/8).

Di satu sisi, Ganjar mengakui belum mengetahui detil perkara. Walau begitu dia berjanji akan mengecek dan menelusuri rekam jejak pelaku. Termasuk tindakan dan juga para korbannya.

Terkait tersematnya status alumnus UGM menurutnya bikan jaminan. Artinya tingkah laku seseorang adalah tanggung jawab personal. Termasuk tindak tanduk untuk berbuat baik atau justru tercela.

Meski posisinya sebagai Ketua Umum Kagama, Ganjar mengaku tak bisa mengawasi penuh. Menurutnya peran terpenting dalam menjaga norma adalah personal.

“Kalau kemudian sudah bisa memegang fatsun, etik, moral metinya bisa mengerem. Saya sebagai Ketua Umum Kagama juga enggak bisa ngerem satu persatu  Maka yang begitu-begitu mesti mendapatkan hukuman yang layak,” katanya.

Sebelumnya seorang pria bernama Bambang Arianto membuat pengakuan menghebohkan disosial media, Minggu (2/8). Berupa unggahan tulisan dan video tentang pengakuannya atas tindak pelecehan seksual. Kedoknya adalah penelitian tentang swinger atau bertukar pasangan suami istri. 

Beberapa korban akhirnya angkat bicara atas fakta tersebut. Salah satunya adalah inisial IDA. Sosok ini menyebutkan setidaknya ada 50 perempuan yang menjadi korban. Seluruhnya dihubungi berdalih responden penelitian swinger. (dwi/tif)