RADAR JOGJA – Dalam kurun waktu satu pekan terakhir dua tenaga teknis lingkungan Pemkot Jogja terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kalau kemarin ada satu tenaga teknis yang kena. Hari ini, tenaga teknis kami kena lagi,” kata Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP), Senin (3/8). “Sekarang sudah kami isolasi sejak hari Sabtu 25 Juli. Dan satu ruangan juga kita isolasi semuanya,” lanjutnya.
Kedua tenaga teknis tersebut rata-rata memiliki tugas di lapangan. Namun, saat ini tengah dilakukan tracing dengan rapid test maupun swab test terutama untuk staf yang berada di satu ruangan yang sama. “Yang sekarang kita lakukan adalah memblocking supaya persebarannya tidak kemana-mana,” jelasnya.
Pemkot tengah berupaya juga secara khusus untuk mensikapi terhadap perkembangan kasus Covid-19 akhir-akhir ini. Terutama untuk mengetahui sumber awal penularan agar pencegahan dilakukan dengan tepat dan cepat. “Terutama yang dipicu dari klaster tenaga kesehatan,” sambungnya.
Meskipun, banyak tenaga kesehatan (nakes) di kota Jogja tidak bekerja di kota melainkan di kabupaten lain seperti Bantul, Sleman, dan Gunungkidul. “Kalau di kota seluruh nakes kita zero tidak ada kasus,” ucapnya.
Menurutnya, update terakhir 20 kasus konfirm positif Covid-19 di kota Jogja sebagian besar berasal dari nakes yang bekerja di tempat lain. Namun, berdomisili di kota Jogja. Jumlah itu, diantaranya ada KTP Jogja dan domisili Jogja. Pun ada KTP luar berdomisili Jogja. “Tapi yang kami catat adalah domisilinya,” tambahnya.
Karena itu, pemkot tengah mencermati penelusuran sebaran covid-19. Terlebih yang tidak diketahui kontak awalnya. Nakes dimugkinkan karena mereka terpapar aktifitas intensitas yang tinggi terhadap kasus. Tetapi prediksi nakes apakah punya interaksi dengan yang lain, hal ini sedang ditelusuri. “Karena ini mungkin saja jadi salah satu faktor kasus di kota meningkat akhir-akhir ini,” imbuhnya.
HP berupaya meminta Dinas Kesehatan intensifkan untuk menelusuri atau proses tracing terhadap kasus yang masih belum diketahui kontak awalnya. “Supaya kita bisa mengambil kebijakan untuk pencegahan lebih awal berdasarkan data yang kita miliki,” katanya.
Strategi lain yang dilakukan pemkot juga akan melakukan swab test dan rapid test bagi tenaga lapangan seperti  Jogoboro, Satpol PP, petugas Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Diskominfosan. “Ini sekarang jadi prioritas kami untuk melihat seberapa sebarannya,” tambahnya. (wia/pra)