RADAR JOGJA – Berharap dapat pundi-pundi melimpah, SF alias Nadira bertindak melawan hukum. Perempuan berusia 23 tahun ini mempekerjakan para perempuan berbagai usia. Awalnya menawarkan sebagai jasa pijat terapis. Prakteknya justru menjadi bisnis prostitusi online.

Nadira memanfaatkan grup Facebook Lowongan Kerja Jogja untuk mencari pekerja, satu persatu calon korbannya dihubungi melalui Facebook Messenger.

“Salah satu yang ditawari itu ada anak bawah umur. Janji pekerjaan justru menjadi bisnis prostitusi online. Bisa dibilang sosok SF ini adalah mucikarinya,” jelas Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah, ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (4/8).

Lama berselang akhirnya rekrutan Nadira mulai menjalani profesinya. Nadira kerap mempromosikan anak asuhnya melalui media sosial terutama Twitter. Apabila berlanjut maka langsung menghubungi anak asuhnya.

Dalam bisnis ini, Nadira menerapkan bisnis bagi hasil, sebanyak 60 persen untuk korban dan 40 persen untuk Nadira.

“Motif pelaku ini adalah ekonomi. Menerima hasil transaksi sebesar 40 persen,” katanya.

Penangkapan Nadira ini berkat adanya warga yang melapor bahwa akan ada transaksi prostitusi online di salah satu hotel kawasan Ringroad Utara. Hingga akhirnya ditangkap dengan sejumlah barang bukti.

Atas aksinya ini pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Di antaranya Pasal 12 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pasal 76F UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 24 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 296 KUHP.

“Atas aksinya ini pelaku dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman kurungan paling lama 1 tahun 4 bulan. Paling memberatkan TPPO lalu perlindungan anak,” ujarnya.

Nadira atau yang akrab disapa Mbak Mbul ini mengaku khilaf. Profesi ini dia lakoni karena tak memiliki kemampuan khusus. Baginya model pekerjaan seperti inilah yang mampu mendatangkan uang banyak dan cepat.

Warga Panjatan Kulonprogo ini juga mengaku telah lama menekuni bisnis lendir. Sebelum menjadi mucikari, Nadira juga sempat menjadi pekerja seks komersial. Hingga akhirnya beralih profesi menjadi agen bagi bisnis haram tersebut.

“Dulu awalnya saya juga gitu (prostitusi). Anak-anak itu sebenernya tahu saya kerja apa tapi tetap memilih untuk ikut,” dalihnya. (dwi/tif)